ASUS CHROMEBOOK FLIP C434, GAWAI RINGKAS UNTUK KREATOR

Benar adanya, 2020 ini mengesalkan sekaligus menyenangkan. Mereka yang terbiasa di zona nyaman menjalankan rutinitas, tiba-tiba ditantang untuk solutif, inovatif dan kreatif memanfaatkan teknologi Internet. Tidak terbatas pada pelajar, mahasiswa, dan pekerja, tapi juga pelaku usaha.

Jiwa wirausaha setiap orang seolah menggeliat ke permukaan. Bukan cuma UMKM, tapi juga pengusaha besar, harus putar otak untuk bertahan. Tak ketinggalan pelaku bisnis baru pun bermunculan. Mereka mencoba menghasilkan pendapatan dengan berbagai cara, khususnya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sebetulnya, sebagai blogger, vlogger, dan penggiat media sosial, saya terbiasa bekerja di mana saja lalu melaporkan hasilnya di platform digital, tergantung permintaan klien. Seandainya butuh berdiskusi, bisa dilakukan melalui email, atau aplikasi texting dan video di smartphone. Sesekali ketemuan sih. Tapi semenjak 2020 seringnya rapat jarak jauh.

Jadi ingat ucapannya Pak Viktor Asih, seorang motivator, public speaker, dan IT consultant & mentor of business start-up and technology innovation, pada ASUS x IIDN Business Webinar sesi 3, 13 Desember 2020 lalu. Dalam webinar bertajuk Sustainable Growth with Chromebook itu beliau bilang bahwa kebiasaan bekerja dan belajar online dari rumah yang diterapkan sepanjang tahun 2020 ini, hanya di awal-awalnya saja bikin panik, lantaran belum terbiasa. Sekarang, rasanya malah lebih nyaman. Pun banyak ragam  strategi digital marketing yang tercipta. Itu semua terjadi karena semangat dare to change (berani berubah).

Buat saya pribadi, bekerja dengan cara daring justru lebih menyenangkan. Tugas utama bisa disambi job sampingan. Berasa produktif karena mampu melakukan beberapa hal dalam satu tempat.

Malah, saya juga coba-coba berbisnis tahun ini, memanfaatkan media sosial dan aplikasi gratisan di Play Store. Hasilnya lumayan buat nambah-nambah isi tabungan.

Nah, gara-gara ikut webinarnya ASUS dan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis itu pula, saya jadi kepincut salah satu ASUS Expert Series yang bernama Chromebook Flip C434. Lebih-lebih ketika mendengarkan paparan Mas Rifan Fernando dari ID Commercial FAE ASUS, tentang betapa user-friendly-nya chromebook ASUS itu. Kecanggihan dan kepraktisannya membuat saya makin menggebu memilikinya untuk mendukung karir saya sebagai digital content creator, sembari membangun bisnis sendiri. 

Kenapa ASUS Chromebook Flip C434?

Flip adalah kunci. Sudah lama saya mendambakan laptop yang bodinya bisa akrobat dilipat kesana-kemari. Multifungsi, jadi laptop ketika mau serius kerja, dan jadi tablet lengkap dengan penyangganya saat cuma pingin browsing santai sambil ngecek-ngecek kerjaan.

Fleksibilitas ASUS Chromebook Flip C434
Alasan kenapa pingin ASUS Chromebook Flip C434

Nah, ASUS Chromebook ASUS Flip C434 ini, meskipun sistem operasinya lebih ringan dari lazimnya laptop, tampilannya persis laptop 13 inci yang profesional. Menggunakan sistem operasi ChromeOS seperti layaknya smartphone android, membuatnya akomodatif mendukung kebutuhan kerja saya sebagai kreator.

Pembuatan konten digital untuk klien atau untuk promosi produk sendiri yang banyak menggunakan aplikasi di smartphone dapat dialihkan ke chromebook yang layarnya lebih lega. Aplikasi-aplikasi populer pun lebih mudah diunduh, karena ASUS Chromebook Flip C434 memungkinkan penggunanya memiliki akses penuh ke Google Play Store.

Performa Mumpuni

Kinerja ASUS Chromebook Flip C434 disokong oleh prosesor Intel® Core™ i5-8200Y/ i7-8500Y 1.3GHz dual-core with Turbo Boost (up to 3.9 GHz) dan 4 MB cache atau Intel® Core™ m3-8100Y 1.1 GHz dual-core with Turbo Boost (up to 3.4GHz) dan 4 MB cache. Lalu kapasitas penyimpanannya 32 GB/ 64 GB/ 128 GB eMMC serta RAM LPDDR3 4 GB/ 8GB 1867 MHz. Kemudian ditunjang dengan G Suite, chromebook ini cukup efektif mendukung produktivitas harian para pekerja digital, misalnya untuk ganti-ganti aplikasi terbaru atau sekadar pekerjaan administrasi lainnya. Tapi bukan untuk gaming atau editing beresolusi tinggi, ya.

Sedangkan untuk penyimpanan data, Chromebook menggunakan Cloud. Jadi, tidak perlu khawatir sistemnya macet karena memori penuh.

Selain itu, terdapat anti-virus bawaan pada chromebook. Meskipun sering gonta-ganti aplikasi nantinya, operasionalnya tidak rentan virus karena keamanannya bergantung pada akun Google pribadi pemiliknya.

Sedangkan software penunjang seperti Office, sudah terakomodasi oleh google. Seandainya mau download aplikasi dari Microsoft, bisa saja asalkan bersedia mengeluarkan biaya tambahan. Kalau saya sih, mending yang gratisan selama apa yang dibutuhkan tersedia.

Google Play dan Chromebook Flip C434
Akses penuh menuju Google Play Store dengan ASUS Chromebook Flip C434

Mengenai daya tahannya, ASUS Chromebook Flip C434 menggunakan baterai 48 Wh 3-cell lithium-polymer yang mampu bertahan hingga 10 jam. Ini sih, nggak perlu bawa-bawa charger kalau sedang pingin kerja di luar rumah.

Desain Fleksibel dan Ergonomis

Mengusung layar NanoEdge di keempat sisi dengan lebar layar 14 inci, rasio 16:9, LED-backlit, dan resolusi FHD (1920 x 1080) Hz touchscreen 100% sRGB, serta sudut pandang 178°, chromebook ini benar-benar menjanjikan pengalaman visual yang memanjakan mata dari segala sisi. Apalagi bezel-nya super tipis hingga menghasilkan screen-to-body ratio 87%, kegiatan menonton, nge-game receh, atau virtual meeting, akan sangat memuaskan.

 

Meskipun lebar layarnya 14 inci, Chromebook Flip C434 ini memiliki sasis aluminium 13 inci dan menyematkan diamond-cut anodized pada bagian tepi rangkanya. Bahan logam ini berpadu elegan dengan warna sparkle silver ASUS Chromebook Flip C434. Seandainya dibawa ke tempat umum, tampilannya 11 – 12 dengan laptop pada umumnya.

Engselnya bisa diputar hingga 360°. Bobotnya hanya 1,45 kg dan dimensi 320,9 x 202,3 x 15,7 mm. Proporsi ini sangat fleksibel dan simpel diajak beraksi menjemput cuan di manapun.

ASUS Chromebook Flip C434 yang convertible
ASUS Chromebook Flip C434 yang fleksibel dan simpel

Saat harus mengetik serius, tinggal disetel jadi laptop. Kalau sekadar browsing, interaksi di medsos, nonton, bikin jurnal, atau rapat virtual, bisa diputar menyerupai tenda atau huruf J. Posisi ini akan meningkatkan kualitas audio yang berasal dari 2 speaker stereo yang berada di bagian bawah chromebook. Bisa juga dilipat menyerupai tablet kalau hanya ingin tenang membaca artikel atau dokumen.

Sementara untuk papan ketiknya, telah menerapkan full-size chicklet backlit dengan key travel sejauh 1,4 mm. Touchpad sengaja dibuat besar dengan menggabungkan teknologi palm rejection, sehingga mengetik akan lebih nyaman dan akurat meskipun dalam kondisi minim cahaya.

Tidak lupa, engsel ErgoLift yang dapat membuka bagian layar sejauh 135° akan menghasilkan sudut pada bagian keyboard. Kemiringan tersebut otomatis akan memberi kenyamanan pada tangan saat mengetik.

Konektivitas Komplet dan Stabil

Urusan konektivitas dan transfer data, ASUS Chromebook Flip C434 telah dilengkapi dengan Dual band 802.11ac Wi-Fi 5 yang stabil dan cepat dalam transmisi data. Kecepatannya mencapai 867 Mbps yang artinya 6 kali lebih cepat dari WiFi 4. Lalu ada Bluetooth 4.0, 2 Port USB 3.1 Gen 1 tipe C, 1 port USB 3.1 Gen 1 tipe A, 1 slot microSD card yang bisa sampai 2 TB, serta 1 audio jack COMBO. Benar-benar seperti laptop, kan.

Harga Sepadan

Semua kecanggihan dalam wujud ASUS Chromebook Flip C434 itu dibandrol dengan nilai Rp11.879.000. Wow! Sebuah harga yang sepadan dengan teknologi, desain, dan benefitnya. Bisa didapatkan di outlet atau distributor resmi ASUS terdekat di berbagai kota di Indonesia, baik offline maupun online.

Ketika ASUS Chromebook Flip C434 Dimiliki

Seandainya memiliki ASUS Chromebook Flip 434, saya sudah membayangkan betapa efisiennya bekerja. Bikin konten dan ngecek closing-an bisa sambil rebahan tanpa membuat mata lelah, lantaran menatap layar lebarnya. 

Entah akan berapa banyak aplikasi editing bakal dijajal dan dipelajari untuk menambah ilmu dan kemmapuan sebagai kreator. Kalau selama ini sering bolak-balik berkutat dengan laptop dan smartphone, nanti semua bisa fokus di satu alat saja. Biarlah laptop digunakan untuk proyek-proyek besar yang butuh waktu dan teknik khusus.

Jangan-jangan malah keseringan pakai chromebook nih, secara ada Google Assistant sebagai tenaga tambahan. Cukup sapa dengan “Hai Google” untuk memintahnya mulai bekerja, file dan dokumen dapat terbuka tanpa harus berpindah-pindah layar, bahkan bisa dimintai tolong juga untuk mengaktifkan peralatan pintar di rumah.

Aaah, memikirkannya saja, mampu mendatangkan ide baru di kepala saya untuk konten selanjutnya. Rencana memaksimalkan medsos yang ada harus terlaksana. Nanti tinggal cari aplikasinya, install, dan langsung eksekusi di ASUS Chromebook Flip C434.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *