Bersama Asus, Tak Perlulah Ikut Arus Musim Liburan

Dugh.

Aah tidaak… Saya bergegas lari.

Auuuww… ibu jari kaki menabrak sesuatu.

Sambil meringis saya memunguti laptop yang tergeletak di lantai.

Tidak ingin membayangkan yang tidak-tidak, saya tak langsung membuka pembungkusnya yang berbusa tipis. Saya elus-elus sambil menanamkan pikiran positif. Jatuhnya tidak terlalu tinggi.

Sakit di jempol kaki belum juga hilang akibat menabrak roda tempat tidur. Saya remas-remas untuk mengurangi perihnya.

Pagi itu saya sedang mengisi masa long weekend di akhir tahun dengan menata ulang kamar. Saat sedang memindahkan posisi tempat tidur, laptop yang letaknya mungkin terlalu pinggir, tergelincir ke ubin tanpa dikehendaki. Untung sudah disarung, jadi bunyinya agak teredam.

Seumur-umur punya laptop, baru hari itu ia terpeleset dari ketinggian. Saya memperlakukannya memang sangat istimewa. Seandainya dibawa ke kantor, lalu pulangnya hari hujan, saya berusaha mencari kantung plastik untuk melindunginya. Padahal sudah bersarung, masuk tas, dan sayanya mengenakan mantel hujan, karena pakai motor.

Kalau tidak sedang kemana-mana, seperti akhir pekan atau tanggal merah, seharian saya betah menghadapinya. Entah cuma nonton film, browsing, atau ngeblog. Jika mau rehat, saya hanya membuatnya Sleep. Malah terkadang saya yang ketiduran.

Mencuri Start Liburan Akhir Tahun

Saya tidak mengajukan cuti akhir tahun ini, karena jatah liburan sudah diambil Oktober lalu. Saya melakukan solo road trip di Flores sekitar sepuluh hari.

Itu adalah perjalanan impian yang telah direncanakan dari dua tahun lalu, sebagai hadiah ulang tahun kepada diri sendiri. Tadinya ragu karena ongkosnya dari Bengkulu super mahal.

Namun, berkat doa dan harapan tanpa putus, saya berhasil memenangkan sebuah kompetisi yang berhadiah 3D2N sailing trip dari Labuan Bajo ke Taman Nasional Komodo. Tidak beserta ongkos pesawat, sayangnya. Tapi karena memang sudah lama menginginkannya, saya sama sekali tidak keberatan.

Mulailah saya menyusun strategi untuk sekalian menjalankan misi pribadi. Jelajah Flores jalur darat.

Bermula dari Bengkulu, saya terbang ke Jakarta. Lalu besok paginya naik pesawat lagi menuju Kota Ende dengan transit di Denpasar dan Labuan Bajo. Dari Ende, saya naik travel kurang lebih sejam ke Desa Moni agar besok subuh lebih mudah mencapai Danau Kelimutu.

Dari Moni, bersama kenalan di penginapan, kami langsung menuju Bajawa dengan mobil sewaan selama kurang lebih empat jam. Kami makan siang di Bluestone Beach. Sebelum tiba di penginapan, kami berhenti dulu di Kampung Adat Bena. Besoknya, dia naik pesawat ke Labuan Bajo, saya naik bus umum ke Ruteng. Lagi-lagi, sekitar empat jam perjalanan.

Di sini saya berjanji temu dengan kawan sesama pemenang hadiah ke Labuan Bajo. Kami menyewa satu motor sebagai alat transportasi menuju Desa Denge yang berjarak kira-kira 1,5 jam, lalu trekking sekitar empat jam menuju Kampung Waerebo di atas bukit.

Besoknya, dalam perjalanan kembali ke Ruteng, kami singgah di Desa Cancar untuk melihat sawah berbentuk jaring laba-laba. Trip ini ditempuh selama hampir dua jam. Setelah mengembalikan motor, kami naik travel sekitar tiga jam ke Labuan Bajo, menjemput hadiah kami.

Total, lima hari, lima daerah yang saya singgahi dengan menjajal lintas Flores yang berliku-liku tajam. Selanjutnya, bersama seluruh pemenang lomba, kami mengarungi lautan selama tiga hari dua malam. Kami melihat hewan purba komodo dari jarak dekat, kami trekking di beberapa pulau, dan snorkeling di lautnya yang biru bening. Nggak mau pulang rasanya walaupun badan gosong.

Biarlah, di hari-hari yang dianggap sebagai masa-masa liburan akhir/ awal tahun, saya di rumah saja. Beres-beres kamar dan isi laptop yang mulai memberatkan kerjanya. Nanti, ketika arus kerja kembali normal, gantian saya yang berkelana.

Andaikan Memiliki Asus Zenbook S UX391UA

Waktu itu sempat kepikiran membawa laptop, biar bisa langsung ngeblog, atau setidaknya nge-draft. Tapi, setelah melihat ukuran ransel dan menjalani rute yang ada, meninggalkannya adalah keputusan cerdas.

Laptop Asus saya berbobot sekitar 2,4 kg, sementara backpack saya cuma berukuran 25 liter. Saya tidak mau menyiksa diri dengan membawa beban lebih dari 7 kg. Tapi… seandainya memiliki Zenbook S UX391UA, pasti akan saya pertimbangkan. Biarlah jumlah pakaian dikurangi.

Saya kepincut setengah mati dengan produk Asus yang satu ini karena:

Tampilan

Mengusung warna deep dive blue dan rose gold yang elegan, laptop premium ini terkesan modis dan berkelas.

  • Ringan dan tipis

https://channel.asus.com/materialfiles/imagefiles/8D3C5B319_147925_b.jpg?parm=20181023151500Beratnya 1 kg doang dan tebal 12,9 mm. Dengan profil begini, sangat mudah menyelipkannya di kantung bagian dalam ransel.

Kombinasi bodi yang ultralight dan ultrathin ini membentuk fisik yang ultraportable. Barangkali itu sebabnya diberi nama seri S, slim, karena gampang ditenteng.

  • Unik

Berbeda dari laptop kebanyakan, areal keyboard sengaja didesain landai guna memberi kenyamanan maksimal saat mengetik. Adalah engsel Ergolift yang dirancang agar membentuk  sudut 5,5° sehingga laptop dapat terbuka sejauh 145°.

Kemiringan papan ketik ini akan memberi ruang ventilasi yang luas kepada udara agar bebas masuk ke bagian bawah sasis. Sistem pendinginnya menggunakan semacam kaca kristal cair setebal 0,3 mm dan pipa panas paduan tembaga dengan dinding setipis 0,1 mm. Inovasi inilah yang membuat Zenbook S UX391UA mampu beroperasi tenang meskipun sedang bekerja keras.

Tak ayal, jika mesin bekerja senyap karena pendinginan maksimal, maka dua speaker stereo-nya akan memproduksi suara berkualitas tinggi. Apalagi, tim ASUS Golden Ear menggaet spesialis audio Harman Kardon untuk menghasilkan audio SonicMaster Premium yang minim distorsi, jernih, dan kuat. Asyik banget buat ujian Listening bagi yang ikutan TOEFL dan IELTS.

Performa

https://channel.asus.com/materialfiles/imagefiles/85B13439B_141312_b.jpgDigadang-gadang melampaui rival sejenis. Sebut saja MacBook.

  • Prosesor

Ramping bukan berarti tak berdaya. Sokongan prosesor Intel® Core™ i7 dan dilengkapi dengan Intel Core generasi ke-8, membuatnya kuat dan mampu bekerja cepat. Kalau cuma ngeblog, bikin laporan, dan editing video, cincailaaah.

  • Kinerja

Didukung oleh LPDDR3 RAM 16 GB, Zenbook ini mampu bekerja multitasking dalam waktu lama.

Selain itu, Solid-state disk (SSD) PCIe® 3,0×4 berkapasitas 512 GB sebagai penyimpanan akan mampu menampilkan aplikasi secara kilat, bahkan dua kali lebih cepat dari MacBook. Otomatis, ini membuatnya lebih produktif.

  • Visual

Teknologi NanoEdge dengan bingkai minimalis membuat tampilan monitor selebar 13,3 inci ini sangat luas. Resolusi 331 piksel-nya memberikan ketajaman pada apapun yang tampak di layar.

Ditambah dukungan layar eksternal 4K UHD, memungkinkan visual yang jernih dan kuat, khususnya saat digunakan untuk nge-game.

  • Akurat

Zenbook S sangat akurat menangkap kontrol sentuh bagi yang ingin berkreasi. Dilengkapi juga dengan Windows Ink dan ASUS Pen yang bersifat optional.

Baterai

Memiliki kapasitas baterai 5Wh, Zenbook S UX391UA dapat mengisi baterai secara cepat, sekitar 60% selama 49 menit, dan dapat bertahan hingga 13,5 jam. Cocok banget kalau pas mati lampu, gabut, nggak tahu mesti ngapain. Mending nonton film yang sudah lama diunduh tapi belum ditonton-tonton.

Daya tahan

Seperti hidup ala militer yang tangguh, Zenbook S UX391UA telah melalui serangkaian tes bersertifikasi Military Grade MIL-STD 810G yang melebihi standar industri. Sebut saja drop test, vibration test, altitude test, serta high and low temperature test.

Jadi, kalau hanya terjatuh dari tempat tidur, efeknya tidak seberapa. Anggap saja sedang ciuman sama lantai.

Andaikan punya Zenbook jenis ini, mau dibawa pelesiran ke laut atau ke gunung yang rentan terombang-ambing, pemiliknya tidak perlu merasa khawatir. Kalau jatuh atau ketindih, tetap asyik-asyik aja.

Fitur

  • Konektivitas

Memiliki tiga port USB-C™ yang dua di antaranya berteknologi Thunderbolt™ 3. Ketiganya memberikan kecepatan transfer hanya sekedip mata.

Dilengkapi pula dengan ASUS Wi-Fi Master yang memungkinkan mendapatkan koneksi Internet yang stabil hingga jarak 300 m. Lumayan, bisa ngakses Internet gratisan di mana saja.

  • Keamanan

Teknologi Windows Hello memungkinkan pemiliknya mengeluarkan perintah suara. Adalah Cortana yang akan menjadi asisten pribadi. Doi tidak akan ngeles setiap disuruh, karena tidak ada alasan “Nggak kedengaran”, lantaran kekuatan mikrofonnya mampu menangkap suara hingga jarak 4 m, sekalipun dalam keadaan bising.

Dengan begitu, tidak sembarang orang bisa membuka data-data di perangkat kerja ini. Cortana mengenali suara pemiliknya.

Supaya pekerjaan dalam perangkat berharga sekitar 26 jutaan rupiah ini lebih aman, ada juga sensor sidik jari yang terpasang di touchpad. Empunya tidak perlu mengetik ulang password setiap kali membuka laptop. Cukup dengan satu sentuhan.

https://channel.asus.com/materialfiles/imagefiles/A995E7CB3_143428_b.jpg

Andaikan punya benda secanggih dan sepraktis ini, nggak ada alasan lagi malas bawa laptop setiap bepergian keluar kota. Pun kalau dapat undangan sebagai blogger, bisa tampil gaya dengan membawa tas cantik nan lucu, bukan melulu ransel.

Syukurlah, Asus yang jatuh itu masih bisa bekerja baik sampai hari ini. Liburan akhir tahun saya tetap menyenangkan sekaligus produktif. Terus, sedikit ada semangat di dalam kamar bersuasana baru. Tapi tetaaap… Saya pingin punya Asus Zenbook S UX391UA.

Referensi:

  • https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-ZenBook-S-UX391UA/
  • https://tuxlin.com/ultrabook-paling-ringkas-asus-zenbook-s-ux391-resmi-hadir-di-indonesia/

5 Replies to “Bersama Asus, Tak Perlulah Ikut Arus Musim Liburan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *