Pempek Teri ala Anak Rantau

Ngh… pengen makan pempek. Memang benar, yang paling dirindukan saat di luar Indonesia itu, adalah makanannya. Mau mahal, namanya merindu, pasti dibeli. Tapi, dengan status mahasiswa yang hanya bergantung hidup dari kiriman beasiswa, saya wajib bijaksana membelanjakan uang. Pos yang bisa diakali untuk dihemat, biasanya makanan. Makan apa saja tidak masalah selama murah dan layak…

Continue Reading

Pedasnya Bebek di Bengkulu

Bebek adalah salah satu menu unggas favorit saya. Terserah, mau diolah bagaimanapun dan dengan bumbu apapun, selama dagingnya tidak alot, itu sudah dibilang enak buat mulut saya. Ada beberapa tempat makan di Kota Bengkulu yang menyajikan bebek sebagai menu andalannya. Dari beberapa yang sudah saya coba, semuanya habis saya lahap tanpa ada keluhan. Yang membedakan…

Continue Reading

Icip-Icip Makanannya Raja di Bale Raos

Malam terakhir di Yogyakarta, saya sepakat dengan teman saya untuk makan di Bale Raos setelah sebelumnya kami ke sana, restoran yang ada di dalam kawasan keraton ini tutup. Kenapa sore, karena memang bukanya hanya dari sore hari. Ketika masuk ke areal restoran yang ada di dalam kawasan keraton, pandangan saya langsung disambut oleh dua buah…

Continue Reading

Nasi Goreng is the Dish of My Country

Saya ingat betul, ketika bertemu dengan dua orang turis asal Inggris di Vietnam, mereka langsung berseru ketika saya mengaku berasal dari Indonesia. Mereka menghabiskan waktu sekitar tiga bulan dengan berkeliling ke beberapa kota di Sumatera, Jawa, termasuk Bali, dan Lombok. “What did you eat” tanya saya di tengah obrolan. “Nasi goreng.” cetus salah satunya secara…

Continue Reading

Bubur Ayam Enak di Bengkulu

Bubur ayam emang bukan makanan populer di Bengkulu, tapi dari semua bubur ayam yang ada di sini, cuma ada satu yang menurut saya pas di lidah. Saya suka karena ada kuah kaldu kuningnya yang gurih. Yang bikin beda sama bubur ayam umumnya adalah cincangan usus ayamnya, tapi tidak ada cakue. Harga per porsinya Rp13.000, dan…

Continue Reading