Fukuoka, Kota Besar yang Menentramkan

Bisa dibilang, Fukuoka atau dikenal juga dengan Hakata, merupakan kota besar terfavorit saya. Tidak terlalu ramai dan gemerlap seperti Tokyo dan Osaka, tapi tetap sibuk dan tersedia banyak fasilitas modern. Sebagai kota utama di Pulau dan Prefektur Kyushu, Fukuoka menyediakan beragam moda transportasi, baik dari kota-kota yang berada di pulau yang sama maupun dari kota-kota di lain pulau. Sebut saja pesawat terbang, ferry, shinkansen, kereta, dan bus antar kota, semuanya memiliki akses menuju dan keluar Fukuoka.

Bagaimana dengan transportasi dalam kotanya? Beughhh… gampang dimengerti dan banyak pilihan, dari bus kota, kereta, sampai water bus. Di halte-halte bus yang ada di jalan-jalan utama, tersedia rute dan nomor bus yang melewati tempat-tempat wisata favorit di Fukuoka. Dan untuk berhemat, ada tiket one-day-pass yang mengkombinasikan penggunaan bus kota dan kereta. Asyik, kan?

DSC_5226 (640x428)

Sebagai kota besar, Fukuoka cukup lengkap menyediakan beragam pilihan destinasi wisata, dari budaya, sejarah, belanja, hingga kuliner, termasuk yang gratisan sampai yang berbayar. Dan sebagai slow solo traveler yang hobi people-watching, kota ini sangat mengakomodasi kebiasaan saya tersebut dengan banyaknya area publik dan taman-taman kota yang asri dan luas. Dan akibatnya, tiga hari di Fukuoka, saya randomly menyusuri beberapa tempat di dalam kota saja.

Ohori Park

Ini adalah taman kota terindah yang pernah saya lihat di Jepang. Di tengah areal yang sangat luas, terbentang kolamDSC_5094 (640x428) yang super besar bagaikan danau. Di sekelilingnya sangat hijau, dan tersedia banyak fasilitas gratis yang bisa dinikmati, seperti jogging track, playground untuk anak-anak, balai-balai, dan bangku-bangku yang mengarah ke kolam. Di salah satu sisinya ada area untuk menyewa kereta bebek atau permainan air lainnya, ditengah-tengahnya ada semacam pulau-pulau kecil yang terhubung dengan jembatan, dan di sudut lain terdapat semacam pavilion berwarnah merah yang menjorok ke kolam yang airnya sangat tenang.

Kolam yang terjaga kebersihannya ini tentunya tidak kosong. Sesekali terdengar gemericik air karena ikan koi besar di dalamnya sedang berkejar-kejaran. Dan di sekitar pavilion merah ada banyak angsa yang berenang dan merpati yang berterbangan. Siapkan remah-remahan roti kalau ingin mengundang gerombolan burung jinak itu mendekat.

Masih di areal taman, terdapat juga Fukuoka Art Museum dan Japanese Garden. Sayangnya, karena saya ke sana senin, kedua tempat tersebut tutup.

Canal City

Ini adalah kawasan perbelanjaan dan hiburan tanpa henti. Di antara beberapa bangunan di sana, salah satunyaDSC_5258 (640x428) berwarna merah bata dengan bentuk melengkung dan berkonsep outdoor. Di luarnya ada kolam dangkal memanjang yang di tengah-tengahnya ada air mancur menari yang menyala setiap 30 menit. Di luar bangunan ini, silahkan pilih, mau belanja dan makan apa. Semua ada. Tadinya, saya pikir, karena ada kolam tersebutlah, maka tempat ini di sebut Canal City, tapi ternyata, tidak jauh dari sana memang ada jalu alir yang membelah kota Fukuoka.

Hakata Station dan Hakata City

DSC_5077 (640x428)Hakata Station merupakan stasiun utama di Fukuoka. Semua alat transportasi darat sepertinya terintegrasi di sini. Bangunannya menyatu manis dengan pusat perbelanjaan modern Hakata City. Banyak brand ternama, tapi yang paling saya suka adalah lorong bawah tanahnya yang memajang lukisan full color di sepanjang dindingnya. Dan ketika saya ke sana pada akhir musim dingin, di pelataran depan stasiun sedang terang-benderang dengan iluminasi ungu yang sangat indah.

Fukuoka Castle

Fukuoka Castle ini berbeda dari umumnya kastil-kastil yang ada di setiap kota di Jepang. Kastil Fukuoka hanyalahDSC_5071 (640x428) reruntuhan, sehingga yang tersisi hanya pondasi-pondasi besar terbuat dari batu yang bertumpuk rapi. Padahal, ini dulunya kastil terbesar di Kyushu, lalu hancur total setelah Restorasi Meiji. Walaupun begitu, menjadi pengalaman tersendiri buat saya berkeliling di antara puing-puing raksasa tersebut, dan naik ke atasnya untuk memandang kota Fukuoka dari jauh. Saya bahkan bisa melihat Ohari Park dari sini.

Dan satu hal lagi yang membuat tempat ini pantas dikunjungi, khususnya pada musim semi, adalah lokasinya di Maizuru Park yang merupakan pusatnya piknik saat hanami, ketika bunga sakura bermekaran. Di luar musim itu, saat saya ke sana, taman ini persis seperti arena bermain yang hijau dan lapang, dengan pohon-pohon gundul yang berbaris rapi menanti musim semi.

Hakata Port Tower dan Fukuoka Tower

Pagi-pagi, di hari terakhir di Fukuoka, rute pertama saya adalah Hakata Port Tower. Entah mengapa, saya sukaDSC_5173 (428x640) sekali menikmati pemandangan dari ketinggian, makanya saya selalu menyempatkan diri masuk ke gedung-gedung tertinggi di kota yang didatangi. Menara ini merupakan simbol Hakata Bay, sehingga wajarlah kalau lokasinya di dekat laut. Tingginya hanya 70 m, dan biaya masuknya 0 yen, alias gratis.

Pagi itu baru saya sendiri yang datang, sehingga puas menikmati 360 view dari balik kaca puncak menara. Dari atas sini saya tidak hanya melihat banyak bangunan dan peralatan yang ada kaitannya dengan kegiatan pelabuhan, tapi juga bisa mengagumi bangunan-bangunan megah bergaya futuristic di antara belantara hutan betonnya Fukuoka.

Sore harinya, saya sengaja ingin menikmati city-light Fukuoka. Untuk itu, saya mengunjungi Fukuoka Tower yang hari itu ada potongan harga tiket masuk untuk orang asing, sehingga kecantikan pemandangan dari ketinggian 234 m itu semakin terasa (maksa). Ditambah tidak banyak pengunjung, jadi saya bisa leluasa mengitari observation deck dan menyaksikan keindahan senja. Di halaman tower, ada spot khusus untuk meletakkan kamera bagi mereka yang ingin berfoto dengan latar belakang Fukuoka Tower. Tapi karena kamera saya amatiran, hasilnya tidak ada yang memuaskan, walaupun sudah minta tolong orang untuk memotokan. Kesal!

Yatai

Yatai adalah sebutan untuk warung-warung kecil dengan penutup plastik, khas gerai makan Jepang, lengkap denganDSC_5281 (640x428) penjualnya yang mengenakan ikat kepala. Kios-kios mini ini berjejer manis di tepi kanal, tidak jauh dari Canal City, dan baru buka menjelang matahari tenggelam. Ketika di sana, saya sulit menemukan kios yang kosong walaupun rata-rata makanan yang dijual sama: ramen, udon, dan oden. Akhirnya, saya memilih duduk di taman sambil menyaksikan warna-warni lampu billboard di sekitar Yatai.

Kuil

DSC_5132 (428x640)Ada satu kuil yang saya datangi ketika di Fukuoka karena di sana ada patung Buddha raksasa yang terbuat dari kayu. Tingginya 10,8 m dengan berat 30 ton, dan merupakan patung Buddha duduk terbesar di Jepang. Lokasinya ada di Kuil Tochoji. Sayangnya, patung tersebut tidak boleh difoto.

Tidak jauh dari Tochoji, saya mengunjungi Kuil Kushida yang merupakan lokasi perayaan Gion Yamakasa yang diadakan setiap pertengahan Juli. Di samping kuil ini terpajang ornamen setinggi 10 meter yang dulunya biasa digotong dan diarak pada perayaan tersebut. Tapi kini, yang diarak hanyalah versi kecilnya.

Fukuoka Yahuoku! Dome

Tidak ada alasan khusus kenapa saya kemari. Saya hanya tertarik dengan bentuk DSC_5215 (428x640)bangunannya yang melengkung seperti kubah, yang terlihat dari Hakata Fort Tower. Rupanya tempat ini merupakan markas besarnya tim baseball Fukuoka Softbank Hawks. Saya tidak pernah mendengar tentang tim ini, tapi kalau ada stadion sekeren itu sebagai markasnya, pasti mereka luar biasa. Dan bangunan ini merupakan stadion pertama di Jepang yang atapnya bisa ditutup-buka, sehingga tidak ada halangan cuaca untuk melaksanakan pertandingan.

Bagi yang suka baseball, mungkin selain membeli suvenir tim juga bisa ikutan tur seharga 1500 yen ke dalam stadion dan ruang ganti pemain. Karena saya buta baseball, cukuplah saya menikmati bagian luarnya saja, yang ada banyak cetakan tangan para pemain yang dibuat sedemikam rupa, seolah mereka siap berjabat tangan dengan para penggemarnya. Kenapa saya tahu itu tangan para pemain, karena ada nama dan tanda tangan mereka di sana.

Wisata Kuliner

Tidak lengkap ke Fukuoka tanpa merasakan ikan fugu yang konon penanganannya harus oleh koki bersertifikat. Ketika sedang berada di Yatai, tanpa sengaja saya melihat restoran yang menyediakan menu ikan fugu. Langsunglah saya ke sana, dan memilih set menu termurah saja. Melihat penampilan dan gerakan kokinya yang terampil, saya mantap memesan menu yang ada ikan fugunya. Masa iya, bisa mati kalau makan fugu yang dipotong sembarangan? Batin saya.

DSC_5296 (640x428)

Penyajiannya menu yang saya pesan sangat apik dan unik. Ikan fugunya cuma lima iris, tapi makanan pendampingnya beraneka rupa, dari yang dikukus, digoreng, dan direbus, semuanya lengkap. Jangankan cara makannya, nama-namanya pun banyak yang saya tidak tahu. Saya tidak menyangka akan dihidangkan sebagian-sebagian, sehingga sempat kaget ketika pelayan setengah baya dan mengenakan yukata membereskan wadah-wadah yang kosong, lalu menyajikan lagi makanan lain di meja saya. Ada mungkin tiga kali.

Perasaan, di gambar yang ada di buku menu, tidak sebanyak itu jenis makanannya. Tapi, sudahlah, kalau harus nombok pun, uang saya kayaknya cukup, pikir saya. Nikmati saja. Yang bikin shock, nasi yang terendam kaldu dan telur, dihidangkan terakhir, saat perut saya sudah sesak. Terpaksa, dimakan sedikit karena tidak mau rugi, hehehe…

Selain ikan fugu, Hakata Ramen, khususnya tonkotsu ramen adalah makanan khas Fukuoka yang juga wajib dicoba. Sayang, ini khusus buat mereka yang tidak bermasalah dengan makanan mengandung babi. Sangat gampang menemukan penjual tonkotsu, apalagi di Yatai.

Seru, ya, Fukuoka? Kota besar, tapi tenang banget.

7 comments Add yours
  1. feb 2017 aku dan keluarga mw ke jepang… dpt tiket promo dr AA :D. tp krn sekeluarga kita memang cinta ama traveling, jd udh biasa nyusun sndiri itinerary nya :D… utk liburan 2 minggu di sana, aku udh bikin sih komplit itin tempat2 yg mau didatangi, tp memang blm fix ;p.. ini baca fukuoka malah jd pgn ksana juga 😀 hihii… tertarik ama kuliner ikan fugunya 😀

    1. Skalikali ke Jepangnya ke kota yang ga mainstream, mbak. Ikan fugu ada juga kok di kota lain, tapi mungkin ga segampang di Fukuoka nyarinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *