Lihat Lebih Dekat, Energi Terbarukan Mungkin Ada di Sekitar Kamu

Seandainya Kerem tinggal di Jakarta, mungkin ide itu tidak akan pernah datang. Tapi kalau sehari-harinya melewati lintas Sumatra atau Pantura, bisa jadi.

He Turns Cars to Light!

These are the people we need to support And the ideas we need to promote! So many people are working their hardest to do good in the world. It's not easy being them, so here's to people like Kerem! :)You can find our more info on his project here: Deveci Tech — The people who helped me make this video are women that are part of the 4th Nas Daily Bootcamp! It's where I invite 5 of you, the people watching, on a week long trip to learn how to make videos together. And because I can't afford to pay for everyone, companies pitch in to make this free for all participants! Thank you Turkish Airlines for doing so this time! Come share your stories on Nas Daily Global I'm also on INSTAGRAM @NasDaily

Dikirim oleh Nas Daily pada Jumat, 06 Juli 2018

 

Cuma gara-gara naik bus, pria asal Turki ini bisa mendapatkan ide cemerlang. Setelah melewati berbagai riset dan kerja keras, dia berhasil menciptakan alat yang mampu menghasilkan energi. Tenaga penggeraknya adalah angin.

Bukan hanya udara alami yang bergerak yang dibutuhkan. Alat ini akan bekerja maksimal saat diterpa angin dari laju kendaraan yang lewat. Semakin ngebut, semakin baik. Jadi, tidak cocok ditempatkan di jalanan Jakarta. Di sana kendaraannya padat merayap. Boro-boro menghasilkan efek badai.

Saat ini, alat yang diberi nama ENLIL itu masih dalam tahap pengembangan. Bisa dibayangkan seandainya turbin tersebut benar-benar sempurna dan hadir di antara pembatas jalan dan ruang terbuka di Indonesia, isu energi bukan lagi masalah besar bagi negara.

ENLIL teruji 100 persen ramah lingkungan dan sustainable. Apabila program infrastruktur jalan yang sedang digalakkan pemerintah berjalan mulus, setiap pelosok negeri tentu akan saling terkoneksi oleh berbagai jenis kendaraan. Otomatis, akan selalu ada pasokan energi untuk mengoperasikannya.

Satu alat ciptaan Kerem ini mampu menyalakan satu rumah di Turki. Bagaimana kalau puluhan, ribuan, bahkan jutaan, tersebar di seluruh dunia? Beban bumi mungkin akan semakin ringan. Listrik tentu bukan sesuatu yang sukar didapatkan masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, ketergantungan kita akan listrik sangat tinggi. Kamu yang mengaku generasi X, Y, Z, pasti tidak bisa hidup tanpa colokan. Saya pribadi, yang dilakukan setelah menyalakan handphone setiap bangun tidur adalah mengecasnya. Kalau belum penuh, akan dilanjutkan di kantor. Waktu pindah ruangan kerja, saya memilih meja yang dekat colokan. Sebagai antisipasi ketika bepergian, saya pun membeli power bank.

Beruntung saya tinggal di perkotaan. Listrik bisa diperoleh dengan gampang. Di rumah tidak ada batasan dalam menggunakan listrik selama diperlukan. Tidak terbayang rasanya hidup tanpa listrik.

Jujur, sampai beberapa waktu lalu, jargon hemat energi buat saya hanyalah sebatas upaya menghemat pengeluaran. Tidak sadar bahwa ketika saya dengan gampangnya menghidupkan mesin air di rumah, atau menyalakan AC di kantor, lalu nonton K-Drama semalaman, ada jutaan rumah di pelosok Indonesia yang masih gelap gulita. Cuma pas tidur saya mematikan semua lampu di dalam rumah, dan selalu menggerutu saat ada pemadaman bergilir.

Kenyataan itu makin dipertegas saat belum lama ini ada berita mengenai pemberian bantuan sambungan listrik kepada warga prasejahtera di Bantarjati, Bogor. Siapa mengira kota yang sangat dekat dengan ibukota NKRI dan bisa dikatakan modern itu, masih memiliki kawasan yang belum terjamah listrik. Lalu, bagaimana dengan mereka yang tinggal jauh dari Pulau Jawa?

Jadi teringat pengalaman di Kampung Waerebo Oktober lalu. Dikira bakal gelap total di kala malam. Ternyata, listrik tersedia sepanjang malam, sampai-sampai para tamu agak terganggu dengan sinar silaunya saat jam tidur. Untung ada tali di antara pasak, sehingga kami bisa menggantung pakaian agar cahayanya terhalang.

Konon, setiap rumah di Waerebo telah dipasang solar panel agar mendapatkan listrik. Ini hanya contoh kecil betapa bermanfaatnya media tersebut sebagai pengumpul energi alternatif di daerah terpencil.

Kebetulan, Waerebo berada di atas bukit yang dikeliling lembah, dan terpapar sinar matahari berlimpah. Seandainya di daerah pesisir, mungkin listriknya akan digerakkan oleh tenaga air laut, angin, dan surya.

Meskipun dayanya tidak besar, seperti di Waerebo, keberadaanya lumayan memanjakan wisatawan yang bermalam. Paling tidak, kami bisa ngecas handphone.

Terdapat beragam potensi energi terbarukan di Indonesia. Sayang, pemanfaatannya masih rendah, tidak sampai 7%. Keadaan ini tentunya menjadi PR bagi pemerintah. Seruan agar masyarakat beralih, atau setidaknya mencoba mengurangi ketergantungan pada energi fosil, harus semakin getol dilakukan.

Potensi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia (Sumber: Workshop Coaction Indonesia)

Pemerintah membutuhkan individu muda seperti Kerem, yang inovatif dan aktif memanfaatkan apa yang ada agar menjadi sumber energi. Anak mudalah sebenarnya yang paling membutuhkan listrik. Lihat saja aktivitas harian mereka, semua serba digital dan online. Itu memerlukan asupan listrik agar bisa bekerja optimal. Belum para pelaku industri. Semua membutuhkan daya listrik untuk menggerakkan usahanya.

Tapi kalau tidak berhemat atau mencari energi alternatif selain energi fosil, bersiap saja hidup tanpa sambungan listrik suatu hari nanti. Oleh sebab itu, mari kita melihat energi terbarukan sebagai peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ajak juga teman dan keluarga agar mulai melirik energi alternatif.

Yuk, lebih peka dengan sekitar! Siapa tahu ada sumber energi terbarukan.

7 comments Add yours
  1. Menarik ini ENLIL, saya jadi banyak browsing nih 🙂
    Banyak alternatif yang bisa digali ya dan salut buat yang inovasinya terbuka hingga bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat

  2. Waerebo, pernah dengar tapi tentu saja belum pernah menjamahnya. Apalagi melihat kesulitan energi di sana. Inovatif sekali,bisa memaksimalkan manfaat SDA yang ada. Coba banyak yang begini. Dijamin merata kebutuhan energi nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *