Nasi Uduk Paling Nikmat di Bandung

Aroma santan dan rasa gurih khas yang terasa setiap kali mengunyahnya adalah hal yang paling saya suka dari IMG_2277makanan satu ini. Ditambah warnanya yang tidak putih bersih yang berarti menjanjikan rasa lemak santan yang nikmat apalagi kalau berasnya pulen dan melekat satu sama lain. Kualitas seperti inilah yang selalu terbayang setiap kali saya ingin menyantap nasi uduk.

Di antara nasi uduk yang paling enak yang pernah saya rasakan selama tinggal di Bandung, adalah yang di pertigaan Jalan Taman Sari dan Jalan Gelap Nyawang. Saking sedapnya, saya bisa menjadikannya cemilan.

Mencomot nasi secuil demi secuil jari sering saya lakukan saat menanti datanganya goreng ayam, bebek, lele, tempe, tahu, sate telur, atau sate usus, yang biasa dijadikan ‘teman’ dikala mengunyah nasi uduk di sini.

Warung tenda sederhana dengan penutup bertuliskan Nasi Uduk Mas Har adalah nama tempat di mana nasi uduk terlezat versi saya ini dijual. Bukanya setiap hari dimulai sekitar jam lima sore. Saya sering pesan nasi uduk-bebek yang harganya sekitar Rp18.000. Tapi kalau hanya tahu/tempe dan sate telur, sekitar Rp9000. Itu harga terakhir yang saya bayar pada awal 2015. Sebagai catatan, harga nasi uduk lebih mahal daripada nasi putih.

Favorit saya di sini hanyalah nasi uduk, sebenarnya. Makanan pendamping seperti goreng bebek dan yang lainnya tidak berbeda jauh dengan warung nasi uduk lainnya… atau memang lidah saya saja yang mungkin tidak peka? Termasuk sambal tomatnya, tidak pedas di mulut saya. Segelas teh tawar hangat cukup jadi pelengkap dalam menikmati salah satu menu khas Indonesia ini.

IMG_2278

4 comments Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *