Nikmatnya Beribadah dengan Menginap di Conrad Mekkah

Saya puas banget. Rasanya, semua ibadah wajib, saya lakukan di Masjidil Haram.

Wajar, salah satu faktor kenapa biaya ibadah haji atau umrah itu tergolong mahal adalah lokasi hotel. Ini bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas ibadah para jamaah. Semakin jauh letaknya, semakin relatif murah biayanya, tapi semakin besar stamina yang dibutuhkan.

Haji dan umrah itu, kegiatan utamanya ada di Kota Mekkah. Di sini ada Masjidil Haram yang di dalamnya ada Ka’bah, kiblat umat islam di seluruh dunia. Kebaikan beribadah di masjid ini adalah 100.000 kali. Paling besar dari semua balasan beribadah di masjid manapun. Siapa yang mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Tampak depan hotel dari pelataran Masjidil Haram.

Nah, dasar rezeki anak saleha, dengan jenis paket umrah yang diambil tempo hari, saya dan rombongan mendapatkan hotel yang hanya tinggal menyeberang jalan ke pelataran Masjidil Haram. Lebarnya kira-kira selebar satu lajur jalan protokol. Katanya, sih, kami mendapatkan upgrade hotel. Entahlah, apapun itu, saya super happy dengan letak hotelnya.

Masjidil Haram itu luas sekali. Dari jalan raya mau ke dalam, ke bagian yang ada Ka’bah, jamaah harus berjalan kaki, barangkali sekitar 100 meter. Belum kalau kebelet, lokasi toiletnya ada di luar masjid, dan antreannya panjang. Tapi, berhubung akomodasi kami lumayan dekat, mending saya ke toilet yang ada di gedung hotel. Lebih nyaman.

Hotel apa, sih? Asyik banget, kayaknya.

CONRAD.

Sounds familiar, ngh?

Seumur-umur, baru kali itu saya tidur di hotel kelas dunia. Pantas, nyenyak. Baru masuk ke lobinya yang modern dan sangat luas, saya langsung tak sabar ingin merasakan pelayanannya.

(Foto: conradhotels3.hilton.com)

Waktu itu, rombongan kami tiba pas makan malam. Cocok dengan jadwal kami yang baru tiba dari Madinah, dan akan langsung menjalankan rangkaian ibadah umrah. Dalam keadaan ihram, oleh pemandu, kami diminta ke kamar masing-masing untuk meletakkan barang, lalu segera ke restoran di Lantai M. Setelah itu, kami akan berjalan kaki ke Masjidil Haram.

Kamar Tidur

Kamar tidurnya super besar dan semua lantai tertutup karpet empuk, kecuali kamar mandi, pastinya. Entah bagaimana penataan normalnya, meskipun sudah ada dua tempat tidur single yang sepertinya tipe nomor 2 saking besarnya karena bisa untuk berdua, dan ditambah dua extra bed, tetap ada ruang buat kami bergerak leluasa kesana-kemari. Meskipun sekamar berempat, tidak mengurangi rasa hotel berbintangnya, kok.

Kamar tidur, difoto dari walk-in closet.

Ada meja kerja di salah satu sudut kamar. Lemari pakaiannya berupa walk-in closet, yang saking leganya muat untuk satu extra bed. Fasilitas lainnya berupa setrikaan dan papan setrikaan lipat. Lalu, ada air mineral botol dan teko pemanas air untuk menyeduh teh atau kopi yang tersedia lengkap.

Kamar mandinya tak kalah luas, dengan dua pintu. Seperempat bagian khusus untuk shower dengan air panas dan air biasa. Sisi satunya untuk toilet dan berwudhu. Baru pas menginap di hotel di negeri Arab ini saya melihat fasilitas semacam wastafel tapi rendah, kira-kira setinggi lutut orang dewasa. Awalnya bingung, fungsinya buat apa. Khusus buat kaki atau untuk berwudhu? Terus, nebak-nebak sendiri. Secara ini di tanah haram, berwudhu adalah kebutuhan. Lagian lebih praktis ambil wudhu di sini daripada di wastafel biasa.

Tempat mandi dan toilet dibatasi dinding dan pintu kaca. Di antaranya ada counter marmer yang di atasnya tertata rapi perlengkapan mandi, seperti gelas untuk tempat odol dan sikat gigi, serta botol-botol mini berisi sampo, shower gel, dan hand & body lotion. Ada banyak handuk putih yang tersedia: handuk besar yang dilipat di bawah wastafel, handuk ukuran sedang yang digantung di gagang wastafel, dan handuk kecil seukuran sapu tangan yang digulung rapi.

Ada yang kurang? Oh, hairdryer ada di laci walk-in closet. Deposit box juga ada di laci, di bawah tv layar datar yang tergantung mantap di dinding. Cermin, ada, bisa untuk seluruh badan, nempel di dinding. Oiya, di dalam kamar ada speaker yang berguna untuk mendengarkan suara azan langsung dari Masjidil Haram. Waktu itu, saya sempat mendengarkan azan subuh. Merdu banget lantunannya.

Pelayanan dan Fasilitas

Pelayan di CONRAD yang saya jumpai ramah dan fasih ber-Bahasa Inggris. Saya juga sempat bertemu dua orang asal Indonesia di sana. Mereka semua siap membantu kalau kita butuh. Pernah, pas hari terakhir. pelayannya menawarkan pelayanan kamar, tapi karena saya dan seorang teman sedang bersiap keluar, kami hanya minta diberi tambahan air mineral. Kalau mau, mungkin dia ikhlas membersihkan kamar mandi kami yang agak tergenang air. Oiya, tidak ada sleepers waktu, itu, tapi bisa minta, kok. Ibu saya yang berada di kamar lain sempat minta, soalnya. Lumayan, buat kenang-kenangan.

Sayang, kamar saya yang berada di lantai 4, jendelanya relatif sempit. Pemandangan yang terlihat pun didominasi gedung di samping hotel yang masih dalam tahap konstruksi. Maunya bisa melihat suasana di sekitar Masjidil Haram. Seandainya mendapatkan view lebih bagus dan bukan dalam rangka ibadah, mungkin saya betah berlama-lama di kamar.

Fasilitas lain yang pastinya harus ada buat saya adalah free Wi-Fi. Awalnya saya kesulitan mendapatkan akses internet, tapi setelah minta bantuan di bagian resepsionis, viola! saya langsung tergabung kembali di dunia maya.

Oiya, di lobi utamanya ada welcome drink dan makanan ringan, salah satunya air zam-zam. Saya sempat minta pagi itu, karena mau makan obat. Satu lagi, jalan di depan lobi utama ini berbeda dengan jalan di depan lobi yang menghadap ke Masjidil Haram. Entah giman, tuh, pengaturannya, bisa berbeda jalan seperti itu.

Restoran

Satu tempat yang menjadi favorit saya di CONRAD adalah restorannya. Suasananya nyaman dan tenang. Makanan yang terhidang sangat beragam dan menggugah selera. Sampai bingung mau makan apa. Untung nggak kalap mencicipi semua dalam satu kali waktu makan.

Suasana di restoran.

Saya sengaja menghindari nasi selama di sana karena pendamping nasinya sudah sangat kaya energi, khas Arab. Potongan daging dan ayamnya besar-besar, tapi empuk. Saya lebih banyak menyantap salad yang sebagian besar hanya pernah saya lihat di program masak-masak di televisi, seperti sawi merah dan buah zaitun. Sausnya juga banyak pilihan, entah apa saja namanya, dari mayones sampai balsamic.

Selain salad, saya juga memanjakan diri dengan pencuci mulutnya, seperti cake, es krim, wafel, pancake, dan patissery. Jenis makanan ini selalu ada dalam menu makan saya, ditambah buah, minuman, sup, keju, yoghurt, dan penganan khas Timur Tengah lainnya yang di lidah terasa kecut.

Beberapa makanan unik yang sempat saya coba di restoran hotel.

Pokoknya, indera pengecap dan perut saya mengalami jelajah rasa yang beraneka rupa selama menginap di CONRAD. Syukurlah, saya tidak punya masalah pencernaan, malah tetap rutin buang air besar. Pertanda betah, kan, itu.

Pelataran Masjidil Haram yang terlihat dari jendela hotel.

Sekitar Hotel

Lagi-lagi, karena ini perjalanan umrah pertama, fokus saya lebih ke ibadah. Maunya berlama-lama di masjid dan hanya kembali ke hotel saat jam makan. Tidak sempat eksplorasi sudut-sudut hotel apalagi jalanan di sekitarnya, seperti kebiasaan saya setiap mengunjungi tempat baru. Padahal, dari yang tertera di dalam lift, di hotel ini ada fasilitas kebugaran dan musala. Terus, di sekitar hotel banyak tempat jajan dan pusat perbelanjaan.

Hampir lupa, ada satu lagi keasyikan menginap di hotel ini. Persis di depannya, ada pangkalan taxi dan van yang bisa disewa keliling kota dan keluar kota, misalnya yang mau umrah mandiri dan mengambil miqat ke Masjid Aisyah di Tan’im atau yang mau ke Madinah. Jangan lupa nego ke supirnya, tapi.

In a nutshell, selama empat hari di Mekkah, pengalaman saya benar-benar menyenangkan. Berharap sangat untuk bisa kembali dan staycation di CONRAD.

Kontak:

Alamat: Jabal Omar، Ibrahim Al Khalil، Mecca 21955, Arab Saudi

website : conradhotels3.hilton.com/en/hotels/saudi-arabia/conrad-makkah-MAKCICI/index.html

IG: @conradmakkah

Twitter: @conradmakkah

FB: conradmakkah

25 comments Add yours
  1. Alhamdulillah, rejeki ya mba dapat kamar dekat Masjidil Haram..aku dulu pas umrah lagi hamil jadi huek2 nyium menu Arab yang full rempah hihi tapi enak juga ditelan ya..

  2. Wah…Alhamdulillah..mendapat kemudahan ketika beribadah itu juga berkah tersendiri ya mbak… semoga aku bisa segera menyusul kesana.. amiin

  3. wah… bagus dan akomodatif banget hotelnya utk ibadah sehari-hari saat umrah.
    semoga saya dan suami juga bisa kesampaian buat umrah dan nginep di situ, mbak. 😀

  4. Subhanalloh, bahagia ya mbak. Diberikan kesempatan untuk bertamu di Tanah Makkah. AKu baru sebatas angan dan impian. Hotelnya lumayan deket ya, jadi kalau kebelet tinggal ke hotel. Aku diceritaain temen, toilet ada di luar bagian Masjidil haram. LUamayan jaraknya. Semoga aku dan keluargaku bisa berkunjung dan menjadi tamu Allah, aamiin.

  5. Mewah sekali hotelnya. Penampakannya dari Masjidil Haram memperlihatkan Conrad sangat Anggun. Berarti kalau nginep di sini yang paket umrah nya lumayan juga ya, Mbak.. apalagi lokasinya dekat Masjidil Haram jadi satu nilai tambah tersendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *