Persiapan Pertama Kali ke Luar Negeri

IMG_0565
Paspor 48 halaman

Ketika memiliki keinginan kuat untuk pergi ke luar negeri, hal pertama yang harus dilakukan adalah bikin paspor! Walaupun belum tahu kapan digunakannya, akan ada motivasi tersendiri ketika paspor sudah di tangan. Apalagi ketika melihat-lihat harga tiket pesawat, akan dibutuhkan nomor paspor untuk booking tiket.

Pengalaman saya mempersiapkan perjalanan pertama ke luar negeri pada tahun 2011 sebenarnya tidaklah terlalu ribet. Saya hanya punya masalah dengan kartu kredit untuk beli tiket online dan izin orang tua.

Sebelum mantap membuat paspor, saya sudah mencari informasi mengenai bagaimana melakukan perjalanan ke luar negeri secara mandiri, dan ternyata banyak yang bisa mendapatkan harga tiket murah. Untuk mendapatkan tiket promo, tentu saja harus cepat dipesan agar tidak kehabisan.

Selain mencari informasi tentang pembuatan paspor, saya juga membaca cerita tentang para backpacker Indonesia yang ke luar negeri, khususnya tetang akomodasi, transportasi, jumlah uang yang dibawa, dan tempat-tempat yang mereka datangi. Lalu saya bergabung di komunitas backpacker dan berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang saya anggap bisa memberikan informasi yang saya butuhkan. Hasil pencarian mempertemukan saya dengan situs komunitas Backpacker Indonesia, dan Couchsurfing, serta bergabung menjadi member maskapai low-cost-carrier seperti AirAsia, Jetstar, dan Tigerair yang dulu dikenal dengan Tiger Ways. Dari hasil chatting dengan beberapa orang melalui YM, saya dipinjami kartu kredit, dan mendapatkan tempat tinggal gratis di Malaysia. Tentunya ini hasil dari bertanya tiada henti soal backpacking, mengirim couch request, mengecek harga tiket, dan juga menabung.

053
Mengisi kartu imigrasi untuk pertama kali

Awalnya saya hanya ingin ke Singapura, negara yang banyak dijadikan sebagai “tempat latihan” bagi backpacker pemula. Kemudian, dari hasil penelusuran dan tanya sana-sini soal rute perjalanan, biaya hidup, harga tiket, dan sensasi petualangannya, saya menambahkan Malaysia. Akhirnya, saya yang saat itu pergi berdua teman, memutuskan untuk memulai petualangan kami dari Malaysia dan kembali ke Indonesia dari Singapura.

Setelah tiket pulang pergi selesai dibeli, saya terus keep in touch dengan host saya di Malaysia, membuat surat izin tidak masuk kantor, dan menukar rupiah ke ringgit dan dolar singapura. Rute dan tujuan selama perjalanan juga dibuat tetapi hanya garis besarnya saja, tidak terlalu detil, bahkan sampai hari keberangkatan kami tidak mengetahui akan tinggal di mana selama di Singapura. Apapun yang terjadi kami harus ke sana karena tiket pulang sudah dibeli. Hasil riset berupa peta, nama terminal, stasiun, harga tiket, sampai alamat hostel saya catat dan cetak. Cerita lengkap tentang perjalanan ini bisa dibaca di Malaysia dan Singapura.

Mengenai orang tua, memang sedikit ada konflik dengan mereka, khususnya ibu, karena kekhawatiran mereka melepas anak perempuannya, tapi dengan kekerasan hati dan keyakinan yang dipunya, saya tetap berangkat, dan pulang membawa cerita seru kepada mereka.

Singkatnya, hal-hal yang bisa disiapkan jika ingin memulai perjalanan ke luar negeri untuk pertama kali adalah:

  1. paspor;
  2. riset tiada henti tentang negara yang akan dituju;
  3. bergabung dengan komunitas yang terkait dengan traveling, untuk mendapatkan tips dan trik, khususnya tentang negara yang dituju;
  4. daftar sebagai member maskapai yang sering memberikan tiket promo, sehingga bisa langsung mendapatkan informasi harga tiket sesuai kantong;
  5. mencatat hal-hal yang dianggap penting selama melakukan perjalanan, seperti nama terminal, nama stasiun, harga tiket, dan nama serta alamat beberapa penginapan (hostel/hotel/dll). Alamat ini diperlukan untuk pengisian kartu kedatangan di bagian imigrasi. Tidak masalah kalau kita tidak menginap di sana, ini hanya untuk kelengkapan pengisian dokumen saja, mereka tidak akan mengecek;
  6. jika punya masalah dengan izin orang tua, bicara dan yakinkan mereka. Waktu itu saya memberitahu setelah tiket dibeli, dan menunjukkan gambar kamar hostel, rumah dan photo host saya di Malaysia, serta berjanji akan langsung mengabari jika sudah sampai;
  7. banyak berdoa dan mantapkan hati sehingga tidak ada keraguan dan siap dengan segala risikonya.
4 comments Add yours
  1. pengalamanny sama kek saya mbak pertama kali ke LN.
    trhalang izin nyokap.. krna udah beli tiket jd berat hayi nuokap iya2 aja..

    1. Paling nggak kita jadi punya perasaan sayang-udah-mahal2-bikin-gak-dipake. Ke Singapura atau KL dulu aja yang gampang… Mau di guide-in? šŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *