Sehari di Surabaya

Waktu itu saya salah perhitungan mengenai waktu tempuh ke Surabaya dari Semarang. Alhasil cuma punya jatah satu hari di Kota Pahlawan. Daripada bernostalgia ke tempat-tempat yang dulu pernah didatangi, saya lebih memilih bertualang ke tempat-tempat baru.

Pagi

Dari rumah kenalan di Gang Reog, saya naik angkot ke Pantai Ria Kenjeran. Di sini ada tempat bernama Ken Park yang di dalamnya terdapat patung Budha empat wajah. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota, tapi ada angkot ke sana. Lagi-lagi karena nggak dengar kata warga dan sok pingin lihat-lihat, saya jalan kaki sekitar satu jam dari tempat saya turun angkot menuju lokasi.

Ternyata… Ken Park adalah semacam taman hiburan untuk anak-anak. Begitu masuk gerbang dan membeli tiket, tujuan saya langsung ke jalan yang mengarah ke patung Budha. Namun, di tengah jalan saya melihat puncak kuil yang mirip dengan Temple of Heaven yang pernah saya kunjungi di Beijing. Langsung, kaki melangkah cepat tak sabar ingin melihatnya dari dekat.

Sayang, meskipun kuil bernama Pagoda Tian Ti itu sangat indah, ada banyak kotoran, entah sapi atau kerbau, berceceran, bahkan sampai ke teras pagoda. Mungkin karena di sekitarnya ditumbuhi banyak tanaman, jadi dimanfaatkan sebagai tempat ngangon ternak oleh warga setempat.

Setelah puas mengambil gambar di kuil, saya segera melanjutkan pencarian Budha. Saya melewati beberapa arena permainan anak-anak dan tenda berisi pedagang makanan. Hanya ada beberapa orang di tempat-tempat itu. Apa mungkin karena hari kerja?

Tak disangka areal ini cukup luas. Saya sampai harus berhenti beberapa kali untuk minum. Saya lupa, betapa panasnya Surabaya. Mana nggak bawa topi.

Akhirnya tempat yang saya cari ketemu. Di sini lebih terawat dan cukup ramai pengunjung. Di antaranya ada yang sambil berdoa di depan patung Budha yang memiliki empat muka yang menghadap ke empat arah berbeda.

Siang

Tak kuat berlama-lama di udara terbuka dengan panas terik, saya kembali ke kota. Tujuan kali ini adalah House of Sampoerna (HoS). Dari Ken Park saya naik angkot sampai Jembatan Merah, lalu tinggal jalan kaki ke HoS.

Sebenarnya saya sudah pernah ke sini, tapi kangen dengan suasana tempatnya yang adem, sekalian ingin mencoba tur dalam kota dengan bus Surabaya Heritage Track yang dimulai dari sana.

Jadwal berangkat bus dibagi tiga: jam 09.00, 13.00, dan 15.00. Disarankan untuk booking secara online supaya bisa memilih waktu yang cocok. Kalau tidak, kamu terpaksa nunggu, seperti saya, karena tidak tahu. Untunglah sambil menunggu saya bisa bernostalgia ke dalam HoS untuk melihat sejarah perusahaan rokok legendaris di Indonesia.

Sore

Setelah berkeliling Kota Surabaya dengan mampir ke kantor walikotanya, saya mengitari sore di Taman Jembatan Merah sambil menyaksikan berbagai aktivitas anak muda di sana. Setelah itu, saya melipir ke Tunjungan Plaza hanya untuk melihat-lihat sebelum ke warung rawon setan di dekat sana.

Malam

Iseng, selagi makan saya menghubungi teman lama orang Surabaya. Eh, dia ngajak ketemuan, kami pun janjian di tempat saya makan.

Setelah bertemu dan ngobrol sebentar, saya minta diajak ke Taman Bungkul yang populer di Surabaya. Suka banget karena bisa mingle sama Arek Suroboyo dan mencoba jajanan lokal yang banyak mangkal di sekitarnya.

Sebelum berpisah, saya kepingin banget punya foto bareng Suro dan Boyo, lambang Kota Surabaya. Kami pun hanya berjalan kaki beberapa menit ke arah Kebun Binatang Surabaya. Kebun binatangnya tentu saja tutup, tapi di sekitarnya sangat ramai meskipun gerimis.

Andaikan masih punya waktu sehari lagi, saya mau keliling kotanya. Ketika ke sana dulu, saya datang bersama teman-teman peserta program kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, jadi pada buru-buru dan nggak puas.

Sekarang ada banyak tiket pesawat murah ke sana. Ini, saya lagi ngincar tiket pesawat ke Surabaya dari Pegipegi. Maunya balik lagi ke Surabaya pas musim bunga tabebuya mekar.

Pesan tiket pesawat di Pegipegi sangat gampang. Bisa lewat laptop/ desktop atau aplikasi. Kalau saya lebih suka lewat aplikasi karena banyak promonya. Selain itu lebih praktis, karena bisa langsung beli tiket dari manapun.

Metode pembayarannya pun sangat mudah dan banyak pilihan, dari dengan menggunakan kartu, secara online, sampai bayar kontan di mini market terdekat. Prosesnya juga sangat cepat. Begitu konfirmasi pembayaran, kode booking akan langsung dikirim ke email yang didaftarkan.

Ada yang mau ikut?

3 Replies to “Sehari di Surabaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *