Sepuluh Hari Pertama yang Berbeda di Ramadhan 2017

Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel

Beberapa minggu sebelum Ramadhan 1438 H, saya diberitahu mama bahwa kakak tertua papa yang kami panggil makdang, minta ditemani oleh saya di rumahnya dari tanggal 26 Mei. Tidak lama, hanya 10 hari, selama anak, cucu, dan menantunya yang tinggal serumah, melaksanakan ibadah umroh.

Bukannya takut, makdang yang berusia 70 tahun lebih itu sadar diri dengan keadaannya. Kalau terjadi apa-apa, ada orang yang bisa cepat membantunya.

Saya, sejujurnya, tidak terlalu dekat dengan makdang. Biasanya ada sepupu yang biasa diajak ke rumahnya, tapi karena dia sudah menikah, makdang tidak enak hati memintanya menginap selama itu.

Rencananya, saya akan pulang ke rumah setiap pagi, lalu kembali ke tempat makdang di Jalan Nusa Indah menjelang magrib. Butuhnya, kan, cuma malam. Makanya, pada hari pertama, yang berbarengan dengan teraweh hari kesatu, saya datang jam 18.30an dan sengaja tidak membawa baju ganti.

Keesokannya, sabtu, saya pamit pulang. Saat lagi asyik main handphone, makdang menelepon, menanyakan jam berapa saya kembali ke rumahnya, padahal belum jam 4 sore. Setelah telepon ditutup, bergegas saya mandi.

Besoknya, agak siang, saya balik lagi ke tempat mama dengan alasan mengambil baju kerja untuk senin. Tapi segera kembali setelah salat ashar. Tidak enak kalau sampai ditelepon lagi karena sudah janji bakal balik sekitar jam 16.00.

Selanjutnya, ada dua kali saya pulang ke rumah mama untuk mengambil seragam kerja yang lain, karena memang tidak membawa banyak barang ke rumah makdang. Untungnya, jam kerja kantor dipercepat selama Ramadhan, jadi masih sempat pulang ke rumah dan kembali ke Nusa Indah sebelum jam 17.00. Kasihan, sepertinya makdang kesepian.

Ternyata, 10 hari di rumah makdang, saya mampu bertahan. Tidak mati gaya seperti yang dipikirkan sebelumnya, malah puasanya lebih baik dari tahun-tahun terdahulu. Pengalaman ini saya anggap sebagai berkah Ramadhan.

  1. Makdang rutin tahajud. Saya yang sekamar dengannya gampang terbangun kalau lampu terang, dan rada susah untuk kembali lelap. Mumpung Ramadhan, saya coba-coba juga salat tahajud. Selama di sana, mungkin hanya dua malam saya lalai karena keenakan tidur di kamar ber-AC, sampai-sampai harus dibangunkan saat hidangan sahur telah siap.
  2. Makdang selalu mengisi waktu luangnya dengan mengaji. Saya jadi ketularan, dan alhamdullilah, puasa kali ini berhasil melewati juz 17, sementara makdang sudah dua kali khatam. Semoga bisa tamat sebelum Syawal berakhir.
  3. Makdang selalu bergegas salat saat azan berkumandang. Mau tak mau saya jadi ketularan, padahal jarang sekali saya salat di awal waktu.
  4. Makdang jago masak. Teman makan nasi kami selalu lengkap dengan sayur dan lauk pauk, seperti ikan, ayam, daging, dan udang, yang dimasak bergantian setiap harinya. Saya yang terbiasa sahur seadanya, dan malas-malasan, ditambah sedang berusaha mengurangi nasi, menjadi berselera makan, padahal menunya sama saja dengan saat makan malam tadi.

Hubungan kami semakin dekat. Pada hari terakhir, makdang sempat berujar, “Nggak ada lagi teman makdang teraweh kalau Inda nggak ada.” Saya hanya cengengesan sambil berusaha membendung air mata yang mendesak keluar. Terbayang bagaimana beliau selalu meminta tangan saya untuk berpegangan setiap kali kami berjalan dari mobil ke dalam masjid.

Begitu keluarganya sampai di rumah, kami saling bersalaman. Lalu anaknya bercerita tentang pengalaman berpuasa di tanah suci. Bikin iri tapi juga bikin semangat pingin ke sana. Walaupun panas menyengat, tidak sedetik pun dia, bahkan anaknya yang baru kelas 4 SD, berkeinginan untuk batal puasa.

Muslim mana yang tidak ingin ke Mekkah dan Madinah. Saya yang pernah umroh saja, selalu rindu ingin kembali, apalagi saat Ramadhan, pahalanya dijamin berlipat ganda.

Kalau sebelumnya biaya umroh yang saya pilih relatif mahal, kali ini saya berencana mencari biro perjalanan yang menyediakan paket umroh murah. Yang penting bisa puasa di tanah suci serta beribadah sepuasnya di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Dari beberapa pilihan, saya kepincut daftar umroh di Abu Tours. Travel umroh ini menyediakan berbagai paket umroh, termasuk umroh Ramadhan, dengan harga yang masuk akal karena merupakan travel online pertama dan terbesar di Indonesia yang berbasis teknologi mutakhir. Inovasi inilah yang membuatnya mampu menekan ongkos umroh.

Bagi yang tinggal di luar Jakarta tidak perlu repot daftar dan berangkat dari ibukota, karena ada cabangnya di berbagai kota besar di Indonesia. Harga yang tertera pun sudah dihitung dari daerah keberangkatan.

Abu Tours merupakan penyedia layanan travel haji umroh yang berpengalaman dan insyaAllah amanah. Usaha ini telah berjalan sejak tahun 2009, dan telah banyak memberangkatkan jamaah. Beragam testimoni dari mereka menyatakan bahwa Abu Tours memberikan #LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah, tapi juga pelayanan yang memuaskan.

Selain haji umroh, Abu Tours juga menawarkan paket murah untuk umroh dan wisata ke negara lain, seperti Turki, Aqsa, dan Dubai. Tidak hanya itu, ada banyak promo dan voucher juga. Pokoknya, #SemuaBisaUmroh kalau di Abu Tours.

Semoga niat baik saya diijabah Allah, dan hubungan saya semakin dekat dengan makdang dan keluarganya.

Penulis sedang mengikuti Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & Travel

Rencanakan perjalanan Umroh Anda dengan Abutours & Travel. Kami menyediakan beragam paket perjalanan umroh dengan harga terjangkau dengan kualitas terbaik. Harga paket umroh REGULER 2017 yang ditawarkan adalah : . 📍WILAYAH ZONA A (Jabodetabek) NOVEMBER : Rp. 22.000.000,- DESEMBER : Rp. 24.000.000,- . 📍WILAYAH ZONA B (Makassar, Surabaya, Palembang, Balikpapan, Medan, Semarang, Malang, Pekanbaru, Samarinda, Solo, Yogyakarta) NOVEMBER : Rp. 25.000.000,- DESEMBER : Rp. 27.000.000,- . 📍WILAYAH ZONA C (Kendari, Palu) NOVEMBER : Rp. 26.000.000,- DESEMBER : Rp. 28.000.000,- . Untuk Informasi Lebih lanjut : Kunjungi website resmi kami di www.abutours.com . Kami Percaya InsyaAllah #Semuabisaumroh, Karena Umroh bersama kami #LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah

A post shared by Abu Tours & Travel (@abutoursid) on

5 comments Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *