Hostel di Jakarta untuk Para Backpacker

Setelah tahu ada banyak hostel di Jakarta, saya mencoba beberapa di antaranya, seperti saat sedang solo backpacking ke luar negeri. Lumayan nyaman dan murah, tuh.

Tak disangka, banyak juga peminatnya. Saya tidak hanya bertemu turis asal luar negeri, tapi juga orang Indonesia dengan berbagai macam keperluan. Emang, sih, privacy agak berkurang, tapi cukup menyenangkan untuk pejalan berdana minim.

Semua hostel yang saya pernah inapi, tarifnya hanya sekitar Rp100.000an/ malam/ orang. Bisa lebih murah kalau sedang dapat diskon. Berikut beberapa hostel di Jakarta yang berkesan buat saya:

 1. Teduh Hostel

Hostel pertama yang saya coba di Jakarta. Lokasinya di sekitar Kota Tua, dan sangat gampang menemukan alamatnya jika kalian datang dari Stasiun Jakarta Kota.

Suasana di Teduh Hostel

Hostel ini berada di komplek pertokoan yang tidak menghadap jalan raya. Kalau malam, salah satu jalan masuknya ditutup sehingga hanya ada satu akses keluar-masuk. Agak gelap, tapi aman.

Kamar-kamarnya berisi tempat tidur yang disekat semacam duplek, dan bertingkat dua. Ada jendela di ujung lorong, tapi pemandangannya terhalang, entah tirai plastik atau jeruji besi.

Susunan tempat tidurnya ada yang menyamping, dan ada yang masuk dari ujung tempat tidur. Uniknya, ada yang untuk berdua. Tiap tempat tidur dilengkapi tirai, colokan, lampu tidur yang dikasih pas check-in, dan selimut. Loker tiap tamu berada di bawah tempat tidur bagian bawah. Handuk harus bawa sendiri, kecuali bersedia menyewa.

Kamarnya ber-AC. Seluruh ruangan berisi tempat tidur. Hanya ada lorong sekitar 1 meter untuk lalu-lalang. Kamar mandinya terpisah. Ukurannya cukup luas dengan shower dan toilet menyatu. Wi-Fi kencang, dan bisa diakses di seluruh ruangan.

Dapurnya bebas digunakan untuk masak atau menyeduh minuman, asalkan peralatannya dicuci kembali setelah digunakan. Sarapannya hanya roti tawar, lengkap dengan pemanggang roti. Selainya bikin saya kalap karena banyak pilihan: mentega, kacang, nanas, stroberi, dan cokelat.

Waktu itu saya pesan online, dapat harga Rp100.000. Ketika check-in bakal diminta deposit (lupa, entah Rp50.000, entah Rp100.000) yang akan dikembalikan saat check-out.

Lokasi:
Jl. Pintu Besar Selatan No. 82 M, Jakarta Barat.

2. Capsule Hotel Old Batavia

Agak mirip Teduh Hostel, tempat tidurnya disekat-sekat duplek, tapi masih ada ruang untuk menaruh tas di samping kasur sejauh beberapa sentimeter. Di dalam ‘capsule‘ tersedia colokan berbagai kaki dan USB, lampu tidur, dan meja lipat yang menyatu ke dinding.

Suasana di Old Capsule Batavia

Meskipun tidak bertirai, privacy cukup terjaga dengan akses masuk dari ujung tempat tidur yang menghadap tembok. Barisan tempat tidurnya hanya di satu sisi kamar. Jarak ke tembok lumayan lapang dan lantainya berkarpet, sehingga sebagai muslim, saya cukup leluasa untuk salat.

Ada jendela di ujung lorong kamar. Loker ada di bawah tempat tidur bagian bawah. Setiap tamu diberi selimut yang telah terpasang di kasur, dan handuk. Kasurnya tebal, sehingga bisa bikin tidur pulas. Apalagi bantalnya ada dua.

Namun, dapurnya rada tertutup alias ada pembatas dengan lobinya yang bernuansa Betawi, sesuai nama hostelnya. Mungkin karena merangkap mini resto, tamu tidak bisa mondar-mandir kecuali ngomong dulu sama stafnya. Contohnya pas sarapan, saya lapor ke staf di dapur, lalu dikasih sepiring sarapan berupa dua helai roti tawar dan potongan buah. Toaster dan selai terletak di meja di luar dapur, jadi yang mau bikin roti bakar, harus bakar sendiri. Nah, karena merasa kurang, malu-malu saya minta tambah. Untungnya boleh.

Kamar mandinya luas banget, seperti di mal. Shower dan toilet terpisah. Untuk berdandan, terpasang kaca lebar di dindingnya, lengkap dengan wastafel dan beberapa hair dryer.

Di lantai atas ada common room berisi beberapa permainan dan bacaan. Di terasnya ada minibar untuk memesan minuman. Wi-Fi tersebar bebas di penjuru ruangan.

Lagi-lagi, lokasinya di kawasan ruko yang tidak menghadap jalan raya. Tapi cukup mudah menemukannya, dan banyak yang jualan makanan di dekat sini.

Saya pesan secara online, dan mendapatkan harga Rp99.000. Tapi, ketika datang, mesti deposit Rp50.000.

Lokasi:
Jl. Cikini Raya No. 60 Z-AA, Jakarta

3. Sleepy Raccoon Hostel

Agak tricky menemukan hostel ini. Untung petunjuk petanya jelas, dan dekat dari perempatan lampu merah. Kalau naik Trans Jakarta, turunnya mending di Halte Olimo, terus tinggal jalan kaki ke hostel.

Suasana di Sleepy Raccoon Hostel

Mirip-mirip kedua hostel di atas, bunk bed di kamar saya seperti sengaja dibuat untuk memaksimalkan ruangan. Tempat tidurnya disekat-sekat triplek, tapi akses ke kasurnya tidak seragam karena membentuk U. Pembatas tempat tidur di tengah menutupi sebagian ranjang di sampingnya. Lalu ditambah tirai untuk menjaga privacy.

Setiap tamu diberi selimut biasa dan handuk. Setiap tempat tidur ada colokan dan lampu tidurnya. Ada lemari loker untuk menyimpan barang-barang di kamar.

Ukuran kamar yang saya tempati waktu itu cukup luas dan nyaman untuk salat. Sayangnya tidak ada jendela. Tapi AC-nya lumayan sejuk, dan Wi-Fi-nya yahud.

Begitu masuk, langsung terlihat ruangan memanjang ala ruko. Alas kaki harus di lepas di luar pintu. Lobi menyatu dengan common room dan areal dapur. Boleh masak dan membuat minuman, asalkan perkakasnya dicuci kembali. Sarapannya cuma roti tawar yang bisa dibakar sendiri, serta mentega, selai kacang, dan cokelat.

Yang saya senang dari penginapan ini adalah ember yang tersedia di kamar mandinya. Saya bisa nyuci. Tapi, kalau mau menjemur harus ke lantai tiga.

Lagi-lagi, saya pesan lewat internet, dan mendapatkan harga Rp94,500. Depositnya lumayan gede, sayangnya, Rp200.000.

Lokasi:
Jl. Mangga Besar VII No. 1A, Jakarta

4. Ahira Guesthouse Syariah (Ahira Backpacker)

Waktu itu hanya ada dua kamar yang terdiri dari dua ranjang bertingkat, satu untuk wanita, dan satunya untuk pria. Tapi karena mungkin dulunya dirancang untuk penginapan standar, kamar mandinya ada di dalam kamar, lengkap dengan shower, toilet, dan toiletries, jadi lebih nyaman. Apalagi jendelanya bisa dibuka.

Kamar yang saya tempati di Ahira Backpacker (Foto: pegipegi.com)

Di dalam kamar ada cermin dan lemari rak kayu kecil. Kalau bawa koper, harus disimpan di kolong tempat tidur. Tersedia pula teko untuk membuat air panas, komplit dengan gelasnya. Katanya, tersedia air mineral juga, tapi pas saya ke sana, persediaan airnya habis.

Antar tamu tidak ada privasi, karena tempat tidurnya benar-benar terbuka. Setiap orang dikasih handuk dan selimut tipis. Lampu kamar, satu untuk bersama, jadi harus kompromi siapa yang bakal mematikannya ketika jam tidur. Begitupun colokan, hanya ada di bagian bawah. Siapa yang tidur di rancang atas, nggak bisa main handphone sambil goleran.

Sesuai namanya, setiap kamar ada tanda arah kiblat, dan ada cukup ruang untuk salat. Sinyal Wi-Fi di kamar agak selow, mending di lobi.

Di sini tidak disediakan sarapan, tapi bisa minta air minum kalau mau. Ada juga dapur kalau niat masak. Lagian, banyak yang jualan makanan, kok, di sekitar sini.

Saya pesan online waktu itu, dapat harga Rp80.000, tanpa deposit. Kalau berminat, mending bayar online, karena jauh lebih murah daripada bayar di tempat.

Lokasi:
Jl. Kampung Bali XXXIV No. 15, Jakarta

5. VK Pods Jakarta @PIK

Sengaja menginap di sini karena penasaran doang. Padahal jauh banget dari pusat kota. Untungnya dilewati Trans Jakarta, jadi bisa hemat ongkos. Dari bandara, mending naik ojek atau taxi online ke sini.

Suasana di VK Pods

Lobinya minimalis, dan sebelahan sama dapur yang nggak kalah mini. Setiap tamu harus melepas alas kaki, terus pakai sandal yang telah disediakan. Kamarnya mirip Capsule Hotel Old Batavia yang menghadap tembok, tapi bertirai dan tidak berkarpet. Salah satu dindingnya memiliki jendela lebar dengan pemandangan barisan ruko di sekelilingnya.

Pendingin udara di dalam kamar lumayan biking merinding. Ditambah Wi-Fi ngebut, bikin malas bangun. Mana ada bantal gulingya. Setiap tamu diberi handuk berlogo hostel. Di dalam ‘pod’ terdapat colokan, lampu tidur, gantungan, dan rak kecil.

Kamar mandinya lumayan lega dan ada jendelanya. Shower dan toilet terpisah. Sarapan ada di lantai dua yang berisi sofa empuk dan televisi. Sarapannya cuma roti tawar yang bisa dibakar sendiri, serta selai tentunya. Tersedia juga kopi dan teh yang boleh diseduh kapanpun.

Sayangnya, tempat jajan di sekitarnya lumayan mahal. Kalau malas nyari-nyari, tinggal ke teras hostel, sebenarnya. Persis di sebelahnya adalah restoran. Halte feeder Trans Jakarta juga sangat dekat dari sini.

Lagi, saya booking online, dan mendapatkan harga Rp86.062, tanpa deposit.

Lokasi:
Ruko Cordoba, blok F-21 (belakang Warung Leko) Jl. Marina Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta

6. Nomad Hostel Kemang

Jujur, saya penasaran menginap di sini karena warna-warninya. Lokasinya dekat dengan feeder TransJakarta, tapi cara yang paling gampang menuju hostel ini adalah dengan transportasi online.

Lobinya dipenuhi kursi dengan mural berwarna cerah ceria. Ada meja bilyar di tengah-tengah, dan lalu mini cafe untuk memesan minum dan snack.

Areal kamar wanita ada di lantai dua, sementara pria berada di lantai tiga. Keduanya bisa dicapai dengan tangga dan lift.

Biliknya model kapsul yang tiap orang pas seukuran kasur. Di dalamnya terdapat colokan, lampu, dan rak kecil untuk menaruh perintilan. Loker ada di bagian bawah tempat tidur. Tamu hanya mendapatkan selimut dan bantal. Handuk disediakan asalkan mau bayar sewanya.

Suasana di Nomad Hostel Kemang

Bilik shower dan toilet terpisah, tetapi masih dalam satu ruangan. Bilk shower-nya dibuat memanjang, seperti memisahkan areal basah dan kering, jadi akomodatif saat menggantung pakaian, tidak khawatir terkena percikan air. Tersedia sabun dan sampo cair juga. Selain itu ada beberapa wastafel yang dipasang bolak-balik, lengkap dengan hair-dryer.

Setiap tamu akan diberi kode kunci kamar berupa angka yang mesinnya menempel di pintu. Efektif banget karena nggak mesti bawa-bawa kunci.

Sarapannya berupa makanan instan, seperti mi dan bubur yang bisa diseduh. Tinggal pilih. Kalau air putih, bebas ambil. Tapi kalau kopi, sepertinya harus beli, kecuali bawa sendiri.

Satu hal yang menarik dari hostel ini adalah tersedianya musala di lantai atas, lengkap dengan sajadah dan mukena. Lalu di bagian belakang ada kolam renang.

Hostel ini saya booking online, dan mendapatkan harga promo Rp86.536.

Lokasi:
Jl. Kemang Barat No. 8 Jakarta Selatan 12730
Telp.: +21 22716458

7. Wonderloft Hostel

Super gampang menemukan hostel ini. Cuma selangkah dari pintu masuk kawasan Kota Tua yang di seberang Museum Bank Indonesia. Bangunan warna kuning yang ada mini marketnya.

Tidak bisa sembarangan masuk kalau belum sah jadi tamu. Harus ketuk pintu dan dibuka dari dalam, kecuali kamu punya kuncinya.

Suasana di Wonderloft Hostel

Ketika check-in mesti deposit Rp100.000 sebagai jaminan kunci yang nanti bakal dikembalikan asalkan tidak hilang. Di kunci itu tertulis nama kamar dan nomor ranjang. Nomor ini juga berlaku untuk nomor rak sepatu. Iya, sepatu mesti dicopot, tapi dikasih sandal.

Lobinya juga berfungsi sebagai dapur dan common room yang menyediakan meja bilyar, tv, dan komputer. Tersedia kulkas kalau ingin menitip makanan dan minuman. Dapurnya bebas digunakan untuk memasak, asalkan perkakasnya dicuci kembali.

Menu sarapannya cukup beragam dibandingkan hostel lain yang pernah saya inapi. Selain menyediakan roti dan beberapa jenis selai, disediakan pula sereal, lengkap dengan susu. Cocok banget buat bule.

Kamarnya pas-pasan dengan tempat tidur model kapsul. Di setiap bilik tersedia lampu, colokan, dan loker yang lumayan besar. Cukup untuk ransel gede. Kalau koper, mungkin rada ribet ngangkatnya, apalagi kalau kebagian kasur di atas, secara letak lokernya di bagian kepala.

Tadinya saya pikir itu semacam pintu ruang mesin atau apalah. Terus iseng dibuka, ternyata kotak kosong. Langsung, deh, naruh ransel di sana. Padahal sempat kesal, kok, nggak ada loker. Malas banget tidur dengan kasur penuh barang.

Fasilitasnya cukup lengkap di sini. Selain selimut, tamu dikasih dua bantal. Handuk juga ada, asalkan minta sama resepsionisnya. Gratis, kok.

Di setiap lantai ada areal santai berisi bean bag di lantai 1, dan sofa di lantai 2. Di lantai 2 ini ada rooftop buat yang mau ngobrol sambil memandang langit. Disediakan bilik buat tiduran dan bean bag dengan beralas karpet seperti rumput buat duduk-duduk.

Toilet dan bilik mandinya terpisah. Tapi, di bagian cewek, cuma ada 1 toilet yang dipasang semprotan buat cebok. Sisanya, modal tisu, alias toilet kering.

Kelebihan hostel ini, dan yang membuat saya mungkin bakal kembali adalah tersedianya musala meskipun cuma disekat kayu dan muat untuk satu orang. Terus, ada jemuran dengan gantungan bajunya, yang ditaruh di sisi jendela.

Waktu itu saya pesan online, dan mendapatkan harga Rp99.000.

Lokasi:
Jl. Bank No. 6, Pinangsia, Jakarta Barat 11110
Telp: +21 26072217

Seru juga, ya, hostel-hostel di Jakarta. Harga miring, tapi fasilitasnya cukup mumpuni untuk backpacker berdana minim.

By the way, daftarnya bakal saya update terus. Stay tune, yow!

11 Replies to “Hostel di Jakarta untuk Para Backpacker”

  1. Karena Jakarta dekat dari Bogor, belum pernah nyobain sih mba.

    Tapi dari review mba, sepertinya seru kalo mau iseng coba coba main di capsule hotel. Kalo lagi kehabisan kereta atau malas pulang ke rumah.

  2. slama ini staycation di hotel doang kalo di jkt. itupun cari yg ada swimming pool. mungkin sesekali aku hrs coba hostel2 dorm ini :D. blm prnh sih nginep di kamar dorm begini.. tp tetep rasanya aku lbh milih yg kamarnya ada privacy dari pd yg bnr2 terbuka kayak yg ahira. kec kalo sekamarnya ama temen2 yaaa 😀

  3. Lumayan banyak yah hostel murah di Jakarta kirain susah nemuinnya. bisa jadi referensi juga kalo entar ke Jakarta dan susah nyari hostel. makasih mbak tulisannya sangat bermanfaat khususnya buat saya yang suka backpackeran.

  4. Klo aku pribadi, dr pada nginep d bunk bed sama orang ga d kenal, lbh milih kaya kamar yg d airy atau airbnb gt. Ada jg yg 100rbuan, kamar ny gede. Walau lbh mirip kamar kosan dr pd kamar hotel

  5. Berhubung memang tinggal di Jakarta, saya gak pernah berpikir untuk menginap di hotstel ataupun hotel di sekitaran Jakarta. Ternyata banyak juga pilihannya, ya.

  6. Aku juga belum pernah cobain hostel di Jakarta, nih. Soalnya rumahnya memang deket Jakarta. Hehehe. Tapi ternyata seru juga nih menginap di hostel seperti ini. Siapa tahu lagi butuh refreshment, kan. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *