Menunggu 11.11 demi Momen Indah di Perjalanan Selanjutnya

“Busyet, kotor banget. Nggak pernah dibersihin, ya? Ini harus dikasih filter biar nggak cepat rusak.”

Bibir saya mengatup kuat sambil mengangguk-angguk mendengar komentar kenalan baru di rumah tamu di Kampung Waerebo. Kala itu kami selesai menyantap makan malam dan asyik mengisi waktu dengan berbincang antar sesama pengunjung yang bermalam.

Suasana setelah makan malam bersama di rumah tamu Kampung Waerebo

Dari obrolan ketahuan kalau abang yang berprofesi sebagai guide itu juga punya kemampuan fotografi yang mumpuni. Sekalian saja minta diajarin dikit tentang teknik menggunakan mirrorless kepunyaan saya, meskipun tetap nggak mudeng.

“Oke, Bang. Siap.” timpal saya sambil menatap tangannya yang sedang mengutak-atik kamera saya.

“Ini…” jarinya mengeluarkan baterai dan menunjuk ruang kosong tempat baterai biasa tersimpan, “nanti debunya disedot.” lanjutnya sambil mengembalikan baterai kamera ke tempatnya.

“Oke, Bang.” jawab saya meskipun belum kebayang sedotan yang dimaksud bentuknya seperti apa.

Sebenarnya sudah lama saya ingin belanja kelengkapan untuk memelihara kamera satu-satunya yang dipunya ini. Tapi belum kesampaian terus karena nggak tahu milih barang. Berarti harus benar-benar beli kali ini, niat saya dalam hati sembari menunggu 11 November.

Begitu pulang, saya mengecek hasil foto. Ditambah yang ada di ponsel dan kamera teman jalan di Flores, fixed, saya butuh external hard disk untuk menyimpan semua koleksi foto dan video. Sebagian besar yang ada di laptop juga harus dipindahin karena kerasa banget laptop tua itu sudah mulai berat staminanya karena memori penuh.

Pulang liburan saya punya PR. Tadinya, niat mau nabung buat trip selanjutnya. Ternyata, terpaksa disisihkan sedikit demi membeli keperluan lain yang lebih mendesak. Tak apa, sebagai blogger yang sedang merintis karir, kamera adalah aset paling utama saat ini.

Saya sayang banget sama kamera hitam satu-satunya itu. Kapok, jangan sampai rusak parah seperti yang pertama karena kecerobohan sendiri. Cuma itu teman traveling yang bisa memacu semangat ngeblog. Jadi harus dieman-eman.

Makin nggak sabar nunggu tanggal 11 November, nih.

Pucuk dicinta, saat sedang main handphone, mengecek sosial media, saya menangkap informasi tentang Festival Belanja 11.11 dari Lazada Indonesia. Beringsut, saya mulai membuat wishlist dalam rangka menyambut pesta bertabur diskon itu. Teringat niat di Waerebo, saya pun mencari benda-benda yang dibilang si abang, sekalian pingin tahu wujudnya seperti apa.

Filter lensa, lens kit, dan hard disk eksternal, adalah benda-benda penting yang harus segera dimiliki. Ada, sih, barang lain yang diinginkan, khususnya produk fashion wanita, tapi itu bisa menunggu. Kalau uangnya bersisa, baru, deh, nyelipin satu celana, sepatu, atau sunglasses yang sedang diincar.

Ngomong-ngomong, ada apa dengan 11 November? kalau 11 Januari, semua juga tahu. Kenapa mesti belanja tanggal segitu?

Karena eh karena… gua masih sendiri, dan tanggal 11 bulan 11 adalah hari perayaan kaum single, alias Singles’ Day di Tiongkok sana!

Karena gua belum menikah, wajar, dong, kalau cara memuaskan dirinya dengan belanja apa yang dimau. Makanya, tanggal segitu dijadiin Hari Belanja Sedunia, offline maupun online.

Puas?

Momen inilah yang dimanfaatkan Lazada. E-commerce terkemuka ini ingin menjadi teman sehari para muda-mudi yang masih menikmati kesendiriannya. Pada perayaan Lazada 11.11 nanti bakal ada diskon fantastis selama 24 jam.

Saatnya berburu!

Segera unduh aplikasinya!

Namun… percayalah, hari itu tidak akan menjadi harinya para bujang-gadis saja. Selain rebutan barang dengan sesama single, saingan kita adalah ibu-ibu dan bapak-bapak, istri dan suami orang, bahkan kakek-nenek dan para remaja. Mereka semua pasti kepincut dengan bandrol murah yang ditawarkan Lazada. Jadi, bersiaplah! Lemaskan jempol!

Siapa yang bisa nolak. Yang ngaku nggak hobi belanja, kalau melihat harga menukik tajam, rasanya bisa berubah mendadak shopaholic.

Bukan nggak mungkin yang tadinya nggak butuh jaket, mendadak beli jaket, padahal belum tahu mau dipakai kapan dan kemana. Ooh Tuhai, hindarkanlah hamba dari nafsu seperti itu.

By the way, angka 11 adalah nomor favorit saya. Saya lahir tanggal 11 meskipun bukan bulan 11. Pas banget, siapa tahu ada kejadian luar biasa bahagianya yang bakal menimpa saya pada 11.11 nanti. Ada yang melamar saat lagi asyik milih belajaan, mungkin? Atau ada yang ngasih tiket jalan-jalan gratis kemana saja untuk seumur hidup? Atau ada yang bersedia membayar semua jajanan saya? Kita tunggu saja.

Semoga, bila berhasil mendapatkan apa yang diinginkan nanti, saya bakal lebih telaten merawat kamera semata wayang itu. Gairah belajar motret pun timbul, sehingga piawai mengabadikan momen ciamik selama traveling. Saya masih punya banyak destinasi impian, dan tahu pasti bahwa untuk mengenangnya adalah dengan merekamnya dalam wujud foto dan video.

P.S.
Kesamaan tanggal dan bulan antara Singles' Day di Tiongkok dan Hari Belanja terbesar di dunia hanya kebetulan semata.
17 comments Add yours
  1. Kalo wish list saya untuk traveling mba, mau ngebolang dulu refreshing, hehehe… Mumpung ada festival 11.11 ini mau memanfaatkan diskon dan promo heboh di Lazada.

    Nice sharing..

    Boleh dong kakak kunjungan baliknya

  2. saya lahir bulan 11 lho, tapi bukan tgl 11, hihihih *gak penting 😀

    waahh ternyata banyak ya perintilan kamera itu.. klo udah suka, harus jadi belajar dan tahu yaah.
    moga wishlistnya kesampaian semuanya 😉

  3. sebenernya kamera juga ada di wishlist belanja aku :)..tapi berhubung masih keinginan belum jadi kebutuhan, aku masih bisa ngerem..padahal sebenernya udah mupeng banget hihi

    btw mba linda hobi motret n traveling ya? nice 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *