Nasi Goreng Kantin Kantor yang Bikin Ketagihan

Nasi goreng bukanlah makanan favorit saya. Bahkan, sekarang saya  sedang mengurangi asupan nasi. Tapi… kalau sedang nongkrong di kantin kantor, saya nggak pernah bisa menahan nafsu untuk menyendok sekali dua kali pesanan nasi goreng teman semeja. Bukan berarti saya nggak pernah bayar sendiri, loh, ya.

Di kantin yang cuma satu-satunya ini ada juga makanan lain, seperti lontong, pecel, soto, mi rebus, mi goreng dan gorengan. Jadi, nggak melulu makan nasi goreng. Minuman panas dan dingin yang berwarna juga ada, kecuali jus.

Entah kenapa, nasi goreng buatan Bude di kantin salah satu kantor milik pemerintah daerah Provinsi Bengkulu ini sangat pas di lidah saya. Tidak seperti nasi goreng buatan sendiri yang cenderung basah serta tak berasa meskipun sudah dicampur bumbu dapur.

Sementara di sini, kata Bude Pung, pemilik kantin, campurannya cuma bawang, garam, kecap, dan cabai sebagai pewarna. Tidak ada aji-ajian rahasia. Tapi, semua yang pernah merasakannya, setuju, nasi goreng di sini bisa bikin ketagihan. Porsinya pun pas.

Keistimewaan nasi goreng di tempat ini adalah ayam suwirnya yang banyak dan besar-besar. Tambahan lainnya standar: irisan tomat, ketimun muda, dan taburan bawang goreng. Tidak pakai telur, malah, kalau nggak minta.

Saya sengaja pesan dibikinin telur dadar gimbal setiap order, karena gurihnya yang nendang. Apalagi bagian pinggir-pinggirnya yang berlapi-lapis keriwil dan tipis krenyes-krenyes. Sampai kebayang-bayang meskipun telah di rumah.

Khusus telur, bukan Bude yang buat, tapi rekannya, yang memang spesialisasi telur. Saya pernah coba-coba bikin telur seperti ini di rumah, namun gagal. Keriting-keriting renyahnya nggak muncul, padahal minyaknya banyak dan panas, seperti kata ahlinya.

Yang asyik dari pesan makanan di sini, kita bisa minta disajikan suka-suka. Misalnya seperti gambar di atas. Saya sengaja minta telurnya ditaruh di piring terpisah agar piring nasinya nggak terlalu penuh. Harusnya kerupuknya juga dipisah, supaya banyak, karena saya doyan banget nguyah kerupuk. Makan apapun harus ada kerupuknya. Bude biasanya paham. Barangkali, waktu itu dia lagi pingin cepat dan lupa kalau saya biasanya minta kerupuk terpisah, seperti saat memesan soto atau sop.

Melihat piring saya, seorang teman sempat heran, kok, ada ceker di nasi goreng. Saya nggak minta, padahal. Ini pasti karena Bude hapal saya selalu minta cekernya dibanyakin setiap memesan makanan berkuah.

Kalau misalnya pingin ada tambahan lain dipiring, bisa banget. Contohnya minta ditambah sayur, atau telurnya dicampur atau diceplok. Pokoknya bebas, selama bahannya ada.

Sebenarnya, jika dilihat sekilas, nasi goreng buatan Bude Pung ini biasa saja. Berasnya juga beras yang ada di pasaran. Dasar emang jago masak, apapun masakannya, rasanya selalu pas, tanpa rempah tertentu beraroma tajam yang menyeruak atau terlintas di indera perasa. Bagi yang suka pedas, tinggal bilang saja cabainya dibanyakin. Kalau masih kurang, tinggal minta sambal yang selalu siap di dapur Bude. Itu sebabnya ada sesendok sambal di piring saya. Bude tahu saya sukanya pedas, dan ragu kalau racikan nasi gorengnya bakal sesuai selera saya.

Kalau kalian penasaran dengan nasi goreng favorit saya di Kota Bengkulu ini, silahkan datang sendiri. Harus diingat, karena lokasinya di kantor, waktu bukanya pun sesuai hari kerja. Kecuali Jumat, cuma setengah hari.

Harganya relatif terjangkau. Seporsi nasi goreng dengan telur dadar, saya cukup membayar Rp13.000. Minumannya air putih saja.

Alamat kantin Bude Pung:
Kantor Bappeda Provinsi Bengkulu
Jl. Pembangunan No. 15 Bengkulu

Selamat mencoba!

5 comments Add yours
  1. Murah banget mba 13rb. Aku jg suka bikin telor dadar gitu, biasanya telur dicampur maizena, terus nuang telurnya agak jauh dari wajan (kayak nuang air) diputer dari luar ke dalem. Jadi mekar deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *