Menikmati Santapan Ala Palembang Asli di Rumah Limas

Bersama rombongan peserta Famtrip Musi and Beyond 2020 Palembang, kami menuju Rumah Limas Palembang. Menurut penjelasan Pak Latif, pemandu kami, Rumah Limas merupakan rumah adat khas Sumatra Selatan. Di sini pulalah kami akan menikmati makan siang.

Rumah Limas Palembang
Rumah Limas Palembang

Sampai penjelasan ini, saya masih biasa saja. Bayangan saya tentang tempat ini adalah museum atau semacam galeri yang memamerkan benda-benda seni dan foto-foto kejayaan Sumsel masa lalu. Maklum, provinsi ini terkenal dengan kemasyuran Kerajaan Sriwijaya. Tak ayal, daerahnya kaya dengan warisan seni dan budaya khas kerajaan.

Ternyata…

Sedetik memasuki pekarangannya, penilaian awal saya luluh lantak. Eksterior Rumah Limas sungguh mewah dan terawat apik. Alih-alih ruang pamer, ini lebih terkesan seperti rumah pribadi yang sangat luas.

Wajar, pemilik aslinya Kemas H. Abdul Azis Hamid membangun rumah ini pada tahun 1990 hingga 1991. Niat awalnya, rumah ini akan digunakan sebagai tempat kumpul keluarga besar. Sebagai warga asli Palembang yang cukup terpandang, interior kediamannya pasti berisi ornamen khas Palembang.

Seiring waktu, barangkali karena banyak anggota keluarga yang sibuk dan tinggal berjauhan sehingga sulit untuk berkumpul, rumah pribadi ini dibuka untuk umum. Tujuannya tak lain agar budaya asli Palembang tetap abadi dan dikenal luas.

Warna merah manggis berpadu apik dengan warna keemasan. Kedua warna itu adalah warna khas Sumatra Selatan yang sangat mudah dikenal, dan mendominasi bangunan Rumah Limas.

Bagian dalam Rumah Limas Palembang

Tentang Rumah Limas Palembang

Bangunan berlantai dua yang terbuat dari kayu besi atau unglen/ ulin dan tembesu itu berdiri kokoh dengan atap berbentuk limas. Memiliki tangga yang saling berhadapan di bagian depan, rumah ini mengandung banyak filosofi.

Kami dibawa langsung menuju lantai 2. Alas kaki dilepas karena lantai kayu rumah ini sangat mengkilap, serta ada bagian yang beralaskan permadani.

Lantai 2 ini dibuat bertingkat-tingkat, tapi hanya berupa undakan satu tangga. Bagian pertama merupakan teras yang dindingnya bisa dibuka dengan cara diangkat ke langit-langit. Di sini terpajang suvenir dan penganan khas Palembang, seperti kemplang dan kue-kue kering.

Undakan kedua adalah ruang tamu yang berisi kursi-kursi antik terbuat dari kayu jati. Dindingnya dipenuhi lemari rak atau gerobok kaca berhiaskan ukiran kuningan dan lukisan gaya tiongkok. Di dalamnya terpajang koleksi barang-barang antik, seperti guci, keramik, dan peralatan makan.

Undakan ketiga berisi dua kamar yang saling berhadapan. Kamar di sisi kiri berhiaskan pernak-pernik warna-warni dan keemasan. Ini biasanya digunakan sebagai bilik pengantin (pangken penganten).

Sedangkan kamar sebelah kanan, hiasannya lebih sederhana. Kamar ini disebut amben yang biasa digunakan sebagai ruang cacap-cacapan acara pernikahan adat Sumsel.

Undakan terakhir adalah yang paling luas dan berfungsi sebagai ruang serbaguna. Selain berisi perabotan, terdapat juga pelaminan khas Sumsel dan foto-foto pemilik rumah. Terpajang juga beberapa kain jumputan dan songket. Pengunjung bisa membeli seandainya berminat.

Contoh pelaminan ala Sumatra Selatan

Kesan mewah tergambar jelas dari ukiran timbul berwarna kuning emas, dan kaca patri yang melapisi hampir seluruh bagian dalam rumah. Asyiknya, agar mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tradisi Palembang di rumah ini, pengunjung bisa menyewa pakaian adat dan berfoto di semua ruangan.

Penyewaan pakaian adat dikenakan biaya Rp150.000/ orang. Tarif ini sudah termasuk pakaian, lengkap dengan aksesori, dandanan, dan satu foto ukuran 4R. Namun, kita boleh foto-foto sendiri dengan ponsel sepuasnya di setiap sudut rumah.

Ngidang, Makan Besar Ala Palembang Asli di Rumah Limas

Selain mengagumi kekayaan budaya, lidah kami juga mendapatkan pengalaman tak terlupakan di Rumah Limas Palembang ini. Peserta Famtrip menikmati makan siang ala wong Palembang asli, yaitu ngidang.

Ini merupakan tradisi makan bersama yang biasa diadakan pada saat pesta atau kendurian. Ngidang diambil dari kata menghidang. Makanan ditata sedemikian rupa di lantai, lalu dimakan bersama-sama menggunakan tangan. Makannya di piring masing-masing, bukan dari satu nampan.

Sajiannya berupa nasi minyak yang dikeliling lauk-pauk khas setempat. Tapi, agar semua dapat menikmati, ngidang zaman sekarang agak diimprovisasi. Tentunya tanpa mengurangi bagian pentingnya. Contohnya nasi minyak yang disandingkan dengan nasi putih biasa. Lalu disediakan sendok dan garpu bagi yang tidak biasa makan dengan jari-jemari.

Pengalaman waktu itu, kami dibagi dalam 5 kelompok hidangan. Bagian tengah berisi nampan beralaskan daun pisang, wadah nasi minyak dan nasi putih. Lauk-pauk disekelilingnya masing-masing dua piring berupa gulai kambing, gulai sapi (malbi), ayam kecap, tempoyak udang campur petai, pentul ayam, gulai buncis, irisan nanas, manisan gandaria, dan duku. Sambalnya ada dua jenis, yaitu sambal nanas dan sambal mangga.

Menu ngidang di Rumah Limas Palembang

Semua cita rasa masakannya pas di lidah kita-kita. Cocok bagi yang kurang suka pedas. Olahan dagingnya juga lembut di gigi. Aroma kambingnya sama sekali hilang. Kalau buah, mungkin disesuaikan dengan musimnya, kali, ya…

Untuk bisa mendapatkan pengalaman ngidang ini, pengunjung mesti booking, setidaknya sehari sebelumnya. Porsinya disesuaikan dengan jumlah orang. Harganya Rp150.000/ orang.

Seandainya tidak ingin makan besar, tapi cuma ingin makan pempek, bisa. Paketnya Rp200.000 untuk maksimal 10 orang, sudah termasuk air minum dan tambahan kopi atau teh.

Selain itu…

  • Ada tiket masuk ke Rumah Limas sebesar Rp10.000/ orang.
  • Rumah Limas kerap dijadikan tempat akad nikah dan pesta. Ada aula besar yang bisa disewa. Harga sewa gedungnya mulai dari Rp84 juta dengan kapasitas 1500 orang.
  • Bagian utama rumah memang berada di lantai 2, tapi jika ingin berbelanja kain khas Palembang, suvenir, hampers, oleh-oleh, atau bertanya tentang paket prewedding dan venue, ada di lantai 1 yang merupakan tokonya.
  • Info lebih lanjut mengenai fasilitas di Rumah Limas, dapat mengintip Instagramnya di @rumahlimaspalembangg (double g) atau menghubungi pemiliknya, Mbak Angel di nomor telepon: 0818-0683-3779. Beliau akan menjawab semua pertanyaan kamu dengan penuh senyum.
  • Alamat Rumah Limas ada di Jl. Demang Lebar Daun No. 51 (depan RS. Bunda) Palembang.
Gedung pernikahan yang bisa disewa di Rumah Limas Palembang

Saya sangat merekomendasikan kunjungan ke Rumah Limas ini apabila teman-teman punya kesempatan main ke Palembang. Kota ini bukan hanya kaya kuliner, tapi juga menyimpan warisan budaya. Salah satu tempat untuk mengenal tradisi asli Sumatra Selatan, adalah Rumah Limas ini.

10 Replies to “Menikmati Santapan Ala Palembang Asli di Rumah Limas”

  1. Untuk paket makan Rp150ribu perkepala dengan menu makanan lengkap, lumayan worth it ya.
    Harga Tiket juga lumayan terjangkau.
    Terakhir ke Palembang beberapa tahun lalu gak ada kepikiran ke sini karena hanya dua hari, jadi kejar kuliner dulu saja. Well semoga berikutnya bisa mampir juga ke tempat mewah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *