Surga Tersembunyi di Tengah Kemeriahan Musi Triboatton 2016

Sebagai salah satu provinsi yang perkembangannya pesat di wilayah Sumatra, Sumsel memiliki daya tarik sendiri. Magnet ini tak lepas dari yang namanya pariwisata. Siapa yang tidak doyan pempek, atau tidak mengenal Kerajaan Sriwijaya, atau tidak tahu Jembatan Ampera dan Sunga Musinya? Pasti tidak ada, kan.

Sayangnya, provinsi yang terkenal dengan jargon ‘Wong Kito Galo’ ini hanya identik dengan Palembang, padahal wilayahnya sangat luas. Tidak heran, sih, karena dengan mengunjungi ibukotanya saja, kita sudah bisa menikmati banyak kesenangan. Dari tempat wisata sampai sajian kuliner yang sedap. Bahkan bagi saya, masakan Palembang adalah yang paling cocok di lidah. Pempek, model, tekwan, dan pindang patin, adalah makanan favorit saya.

Dengan alasan itulah, agar khalayak tidak hanya mengenal Palembang, pemerintah daerah kerap menyelenggarakan acara tahunan yang tidak main-main, dari skala nasional sampai internasional. Salah satunya adalah yang akan berlangsung pertengahan Mei 2016 ini.

Yup, menilik kondisi geografisnya, pemerintah setempat berinisiatif mengadakan kompetisi berbasis sumberdaya alam andalannya, yaitu sungai. Seperti diketahui wilayah Sumatra Selatan dibelah oleh aliran Sungai Musi, sebagai jantung kehidupan masyarakat. Beragam aktifitas ekonomi bergerak di sekitar sungai ini, dan oleh sebab itu keberadaannya harus tetap dijaga dan dimanfaatkan secara bijak.

Adalah Internasional Musi Triboatton yang menjadi ajang bagi Sumatra Selatan untuk mamaksimalkan fungsi Sungai Musi ini. Lomba memacu perahu berupa kayak, perahu karet, dan perahu naga, diadakan sebagai upaya untuk mempromosikan daerahnya sekaligus mendorong perekonomian lokal, tanpa lupa mengingatkan masyarakat untuk memelihara kebersihan sungai di sekitarnya. Dan yang paling penting, meningkatkan prestasi atlet.

IMT2016

Uniknya, event ini tidak dipusatkan di satu kota saja. Untuk tahun ini, yang memasuki tahun kelima, ada empat kabupaten dan satu kota yang terlibat.

Kelima wilayah tersebut merupakan etape yang akan dilalui oleh peserta selama lima hari, dari tanggal 11 hingga 15 Mei 2016. Kelima etape tersebut adalah Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang sebagai etape pertama; Desa Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas; Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin; Dermaga Pangumbuk, Kabupaten Banyuasin; dan etape terakhir adalah di Kecamatan 10 Ulu, Kota Palembang.

Seru, ya, apalagi katanya yang berlangsung adalah lomba dayung variatif menggunakan tiga jenis perahu, yaitu river boat, kayak, dan traditional boat racing (TBR). Selain itu, ada pula penyusuran bersama perahu induk dari hulu ke hilir sejauh 500 kilometer dengan lintasan berarus deras (white water) dan berarus tenang (flat water).

Suasana di Musi Triboatton sebelumnya (@pesonasriwijaya)
Suasana di Musi Triboatton sebelumnya (@pesonasriwijaya)

Wow, saya, sih, tidak punya bayangan pertandingannya akan seperti apa. Tapi kalau melihat gambaran di atas, pasti akan meriah. Atletnya pasti bukan amatiran, apalagi akan ada belasan negara yang dipastikan ikut serta. Uuh, saya jadi makin penasaran ingin menyaksikannya. Tidak perlu semua etape. Satu saja, cukup.

Kapan lagi bisa mengenal daerah lain di Sumsel sambil merasakan euforianya IMT 2016. Pasti banyak yang singgah, tidak hanya peserta dan krunya, tapi juga warga dari luar kota. Untuk itulah, akan ada pertunjukan seni dan budaya bersamaan dengan kegiatan ini.

Dan mumpung ke Sumsel, ada perlunya mendata beberapa surga tersembunyi di sana. Sebelum atau sesudah berbaur dalam keseruan International Musi Triboatton 2016 di masing-masing etape, kita bisa melipir sejenak untuk menikmati panorama alamnya yang mempesona.

Kabupaten Empat Lawang

  • Air terjun Tujuh Panggung (www.southsumatratourism.com)
    Air terjun Tujuh Panggung (www.southsumatratourism.com)

    Air Terjun Tujuh Panggung adalah air yang mengalir melewati bebatuan bertingkat seperti undakan panggung yang tingginya berbeda-beda. Membayangkannya saja, suasana sejuk dan damai sudah bisa saya rasakan.

  • Sungai Musi Ulu yang sering dijadikan lokasi arung jeram karena memiliki arus yang cukup deras. Kalau sempat, bolehlah uji nyali dengan ikut rafting di sini.
  • Lubuk Tudung adalah semacam sungai yang dikelilingi oleh batu napal dengan suasana yang masih alami. Konon di bagian tengahnya terdapat pusaran air yang cukup berbahaya.

Kabupaten Musi Rawas

  • Air Terjun Batu Ampar (www.southsumatratorism.com)
    Air Terjun Batu Ampar (www.southsumatratorism.com)

    Bukit Cogong terkenal dengan kealamiannya karena merupakan kawasan hutan lindung. Di sini pengunjung bisa menemukan air terjun kecil, taman buah milik desa, dan spesies tanaman asli.

  • Danau Aur yang berjarak sekitar 40 menit dari pusat kota, Lubuk Linggau, memiliki pesona alam yang sangat indah dan air yang tenang. Pengunjung bisa menyewa perahu untuk mengeliling danau sambil memandangi perbukitan di sekitarnya.
  • Air Terjun Batu Ampar yang tidak terlalu tinggi, tapi rapat dan derasnya aliran membuatnya terlihat seperti tirai.
  • Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi yang menyimpan banyak keragaman hayati. Keberadaannya sangat penting bagi kehidupan dan ilmu pengetahuan, sehingga menjadi perhatian banyak pihak, nasional dan internasional.

Kabupaten Musi Banyuasin

  • Danau Konger memiliki warna air yang sangat jernih dan biru jika dilihat dari kejauhan. Nama yang unik ini berasal dari nama pengusaha Amerika Serikat yang melakukan pengeboran minyak dan memperbaiki jalan yang membentang di atas sungai.
  • Danau Ulak Lia yang terletak di Desa Soak Baru, Sekayu ini memiliki pemandangan yang sangat indah, khususnya pada musim hujan, karena mengalirnya air dari Sungai Musi ke kawasan ini.
  • Situs Karangagung Tengah merupakan lokasi Museum Pra Sriwijaya yang akan dibangun. Museum ini akan berisi artefak terkait peradaban Sriwijaya yang banyak ditemukan di sini. Biasanya, penemuan-penemuan benda purbakala tersebut tidak dilaporkan oleh masyarakat. Mereka menyimpan dan bahkan menjualnya, padahal itu adalah benda-benda arkeologi yang sangat penting.

    Rumah Panggung (www.southsumatratourism.com)
    Rumah Panggung (www.southsumatratourism.com)
  • Rumah Panggung tempat tinggal warga biasa ditemukan di tepi-tepi anak Sungai Musi, yang merupakan ciri kehidupan masyarakat setempat. Rumah-rumah seperti ini sudah berkembang sejak abad keempat sebelum masehi atau sebelum era Kerajaan Sriwijaya. Tingginya sekitar dua meter dan dirancang supaya aman dari banjir.
  • Perkampungan Suku Kubu Kandang yang letaknya berbatasan dengan Jambi ini harus ditempuh dengan perahu motor. Desanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu masyarakat yang sudah terpengaruh kehidupan modern (terlihat dari pakaiannya) karena menikah dengan penduduk luar, dan mereka di pedalaman yang memiliki kulit tubuh yang khas. Saya penasaran bertemu mereka.

Kabupaten Banyuasin

  • Desa Sungsang yang konon dibangun pada abad ke-17 ini harus dicapai dengan perahu yang melintasi Sungai Musi, atau juga bisa melalui jalur darat. Desa ini terkenal dengan hasil sungainya, seperti udang, kerang, ikan, dan kepiting, yang bernilai ekspor.

    Taman Nasional Sembilang (www.southsumatratourism.com)
    Taman Nasional Sembilang (www.southsumatratourism.com)
  • Taman Nasional Sembilang adalah kawasan konservasi hutan mangrove yang dijaga kelestariannya. Taman ini didominasi oleh perairan dan bersebelahan dengan wilayah Kepulauan Bangka Belitung, sehingga pengunjung bisa melihat pertemuan air sungai dan air laut yang berasal dari Laut Bangka. Selain itu, di sini juga sering dijumpai gerombolan burung yang sedang bermigrasi. Sungguh pemandangan yang jarang ditemukan.

Kota Palembang

  • Jembatan Ampera adalah landmark kota yang sudah terkenal seantero Indonesia. Jembatan yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini melintang kokoh di atas Sungai Musi kebanggaan rakyat Sumsel. Belum lengkap ke Palembang jika belum berfoto dengan latar belakang jembatan ini.
  • Benteng Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussalam. Dari posisinya yang seperti membentuk pulau sendiri, pengunjung bisa menyaksikan kapal dan perahu yang hilir-mudik di sepanjang Sungai Musi.
  • Bukit Siguntang merupakan tempat tertinggi di Kota Palembang dan dianggap suci oleh warga sekitar. Bukit ini menyimpang cerita mengenai Kerajaan Sriwijaya, karena di sini lokasi ditemukannya potongan patung Budha walaupun tidak lengkap.
  • Pulau Kemaro yang terletak di delta Sungai Musi ini terkenal dengan vihara berbentuk pagodanya. Adanya kisah cinta abadi antara pangeran dan putri yang terselip di balik sejarah pulau ini, membuatnya terkenal dengan sebutan Pulau Jodoh.

    Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (www.southsumatratourism.com)
    Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (www.southsumatratourism.com)
  • Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (Srivijayan Archeological Park) adalah lokasi yang ada hubungannya dengan Kerajaan Sriwijaya yang dulu berkuasa di wilayah Sumatra Selatan hingga Asia Tenggara. Mengunjungi tempat ini pasti akan menambah pengetahuan karena Sriwijaya adalah bagian penting dari sejarah Indonesia.
  • Museum Alquran Raksasa atau Alquran Al-Akbar yang terletak didaerah Gandus ini memajang ukiran ayat-ayat Alquran dalam ukuran besar. Ukiran bergaya Palembang tersebut tertera di atas lembaran kayu tembesu dengan tinta emas, dan disusun menyerupai jendela-jendela, sehingga bisa digerak-gerakan. Pasti sangat menarik.

So, mau nonton etape ke berapa? Semuanya memikat dan bikin penasaran.

FlyerIMT2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *