Terencana atau Dadakan, Traveling #JadiBisa dengan Traveloka

Saat mendapatkan kepastian jadwal konferensi tidak bergeser dari hari Sabtu pagi, saya mulai mencari alasan agar bisa izin tidak masuk kantor pada hari senin dan selasa. Sudah lama saya tidak ke Jakarta, jadi sekalian saja dipakai liburan.

Saya tinggal di Bengkulu, artinya harus berangkat pada hari Jumat ke Jakarta. Saya sengaja memilih penerbangan malam, supaya bisa berhemat dengan menginap di bandara. Biarlah paginya tidak mandi, yang penting cuci muka, sikat gigi, serta berganti pakaian luar dan dalam. Nggak akan ada yang tahu kalau wajah sudah didempul kosmetik tipis.

Tapi… saya masih belum tahu mau kemana setelah acara.

Tadinya berniat ke Bandung karena rindu dengan kota tempat saya menghabiskan masa-masa kuliah. Setelah dipikir-pikir, satu dua hari di sana tidaklah cukup karena macetnya. Mau tetap di Jakarta, nggak kuat dengan kepadatan kendaraannya. Paling banter ke mal, cuci mata, terus mencoba beberapa makanan dan minuman terkini yang tidak ada di Bengkulu. Bukan seperti itu liburan yang saya mau.

Saya mulai melirik harga tiket pesawat. Secara bakal berangkat dari Jakarta, pasti tersedia banyak pilihan rute. Tapi nggak bisa lama-lama. Maksimal cuma dua hari.

Banyuwangi adalah yang terlintas pertama kali, karena saya penasaran mau ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran. Sayang, budget dan waktunya sangatlah kurang. Saya mulai menengok luar negeri. Apalagi pilihannya, kalau bukan Singapura dan Kuala Lumpur.

Langsung saya cek harga tiket pesawatnya di Traveloka. Aplikasinya sudah lama terpasang di telepon pintar saya. Ternyata, dari semua destinasi yang diinginkan, lebih pas kalau saya ke Singapura. Meskipun tekor di dana, tapi irit di waktu. Dalam sehari, saya bisa ke banyak tempat menarik yang belum pernah saya datangi, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan umum. Bukan mal, loh, ya.

Tapi… dasar plin-plin, saya nggak langsung booking tiket. Masih mikir, apa benar mau ke Singapura?

You may not skip this spot while in Singapore

Mendekati tengah malam, setelah melihat mulai ada perubahan harga tiket pesawat, saya mulai was-was. Meskipun harga tiket pada jam yang saya inginkan masih sama dengan beberapa jam yang lalu, saya tetap bergegas mengaktifkan paket data sambil berjalan mendekati gerai ATM. Saya tidak mau terganggu oleh Wi-Fi gratis yang byar-pret saat melakukan transaksi.

Yes! E-Tiket Jakarta – Singapura, terkirim manis ke email saya.

Lagi-lagi, dasar anaknya banyak pertimbangan, tiket pulang tidak langsung dibeli. Saya masih berharap, siapa tahu bakal diajak kemana sama kenalan baru di konferensi nanti. Kalau nggak jadi ke Negeri Singa, ruginya, kan, cuma empat ratusan ribu.

Kenyataanya… kenalan saya segera minta dijemput suaminya saat acara mau selesai.

Sementara saya, tidak ada pilihan, segera membuka aplikasi Traveloka. Tiket pesawat ke Jakarta sudah merangkak naik dari harga tadi sore. Makin nggak tenang saya. Tapi, bukannya langsung pesan tiket, malah order ojek online. Benaran, nih, mau ke Singapura? Kalau batal, ruginya cuma segitu, batin saya lagi.

Masalahnya, kalau nggak jadi, mau kemana besok?

Dilema jadi-nggak-jadi ini tetap ada sampai saya menginjak bandara lagi. Iya, saya memang akan kembali tidur di bangku bandara karena pesawat saya akan berangkat subuh besok ke Singapura.

Ah, daripada pusing, jadiin ajalah.

 

Seperti sebelumnya, saya melakukan traksaksi lagi di Traveloka sambil duduk di bangku yang berada tidak jauh dari mesin ATM tempat tabungan saya tersimpan. Untunglah, harganya belum berubah. Langsung eksekusi.

Tadinya masih berkhayal harga tiket akan turun kalau pesannya pas di Singapura. Siapa tahu baliknya lewat Batam. Tapi, karena kali ini masuknya lewat bandara, harus berjaga-jaga seandainya ditanya tiket pulang oleh petugas imigrasi. Terpaksa, tiket pulang ke Jakarta harus ada.

Done, tanpa menunggu lama, E-Tiket Singapura – Jakarta sudah masuk ke email. Besok subuh ke Singapura. Lusa malam balik ke Jakarta. Besok paginya pulang ke Bengkulu.

Mhm… meskipun jadi keluar uang lebih, rasanya nggak terlalu berdosa, karena harga tiketnya tidak jauh beda dari harga tiket pesawat Batam – Bengkulu. Malah lebih murah karena tanpa tiket ferry dan taxi dari pelabuhan ke Bandara Hang Nadim.

Setelah tuntas mendapatkan tiket pergi-pulang, baru saya tenang. Saatnya mandi di kamar mandi umum di terminal 2. Setelah itu ngecas handphone dan kamera. Lalu mencoba tidur.

Ah, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Bolak-balik mikir beli-nggak-beli tiket memang merupakan sisi gelap kepribadian saya yang ngakunya hobi traveling. Untunglah penghasilan saya memang lebih banyak disisihkan untuk bepergian daripada mengumpulkan barang, jadi rasanya biasa saja kalau membeli tiket pesawat agak mahal. Daripada nggak bisa pulang untuk kembali bekerja mengumpulkan uang?

Untung ada Traveloka.

Memang, sejak lahirnya era tiket online, situs pencarian tiket pesawat dengan logo burung putih berbodi langsing ini langsung saya angkat menjadi travel partner. Saya selalu mengecek ongkos pesawat di sini. Harganya patokan banget buat saya. Seperti tiket pulang dari Singapura itu, di Traveloka-lah harganya paling rendah. Buat saya yang perempuan, selisih dua ratus perak saja sangat berarti.

Sekarang, sejak ada aplikasinya di smartphone, transaksi semakin gampang. Tidak hanya tiket pesawat, tiket kereta api dan hotel, juga bisa dipesan di Traveloka. Malah, mungkin karena paham banget kebutuhan para traveler, di Traveloka juga sekarang sudah bisa beli pulsa, paket internet, serta tiket ke tempat-tempat rekreasi keluarga.

Satu lagi kemudahan yang diberikan Traveloka melalui aplikasinya adalah Price Alert atau Notifikasi Harga. Ini merupkana fitur untuk mendapatkan informasi harga tiket pesawat yang kira-kira sesuai dengan jadwal dan isi kantong. Cocok buat yang sering galau liburan.

Contohnya, seperti rencana saya ke Banyuwangi berikut ini:

Cara menggunakan fitur ‘Notifikasi Harga’ di smartphone

Begitu logo Notifikasi Harga diklik akan muncul halaman kosong bertulisakan “Belum Ada Notifikasi”. Klik tanda plus (+) di bawah kanan untuk memilih rute dan jadwal penerbangan yang diinginkan.

Di bagian bawah, ada pilihan “Tanggal Penerbangan: Tanggal Pasti dan Tanggal Fleksibel”. Kalau sudah pasti, tinggal pilih angka dan nama bulannya. Kalau masih ragu, tapi tahu kisarannya dari tanggal berapa sampai tanggal berapa, tinggal klik dua angka di kalendernya. Terakhir, sentuh kata “Simpan” di bagian paling bawah. Taraaa… tinggal tunggu notifikasi pilihan harga yang cocok pada tanggal yang telah dipilih.

Inilah salah satu kenyamanan menggunakan aplikasi Traveloka. Informasi harga tiket langsung bisa sampai di tangan kita.

Jadi, mau dadakan atau terencana, traveling kemanapun #JadiBisa dengan Traveloka!

25 comments Add yours
    1. Kalo jadwalnya masih lama, mungkin bisa gak berubah atau berubah tipis. Tapi kalau untuk sehari atau dua hari, dan di rute favorit, bisa aja berubah cepat.

  1. Foto di Haji Lanenya cakeep mbak. Belum berkesempatan ke Haji Lane, padahal udah beberapa kali (numpang lewat) di Singapura 🙂

    Soal Traveloka, fitur Price Alertnya aku belom pernah pake, padahal cukup sering beli di sana. Yang paling aku suka itu diskon harganya, sangat bersaing bahkan dengan situs resmi maskapainya.

  2. Applikasi favorit sy nih mbk.
    Bener bnget, mau terencana atau dadakan ttp gampang pki traveloka. Wah, sy blm nyoba fitur terbarunya nih. Makasih sharingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *