Jajanan Thailand, Sedap di Mata dan di Lidah

Lucu, sebelum pernah ke Thailand, saya hanya tahu tom yam sebagai makanan khas Negeri Gajah Putih ini. Begitu berkunjung ke Bangkok, saya sama sekali tidak teringat akan tom yam, malah asyik mencicipi jajanan pinggir jalan yang belum pernah saya lihat, apalagi tahu namanya.

Entah mengapa, walaupun ada sebagian orang kurang menyukai kawasan backpacker di Khao San Road karena ramai dan berisik, tiga hari di Bangkok, dua kali saya sengaja ke sini, khususnya pada sore hingga malam hari. Kenapa? Karena pada waktu tersebut, jalanan yang dari pagi hingga siang hanya jalan raya biasa ini, berganti fungsi menjadi sentra kuliner. Ada banyak jajanan yang membangkitkan nafsu makan, bahkan sushi dengan topping warna-warni juga ada, padahal itu makanan dari Jepang.

Tentunya, tidak semua makanan saya coba. Targetnya adalah penganan yang kelihatannya enak, banyak, dan murah. Maklum, sebagai low-budget traveler, makan adalah pos yang bisa dihemat. Makan apapun O.K. asal bikin kenyang. Kecuali saya super penasaran dengan makanan tersebut, mahal pun saya beli, yang penting halal.


Sore pertama di Khao San Road, saya tergoda dengan makanan yang di gerobak penjualnya tertulis PAD THAI. Tampilannya saat dihidangkan seperti kwetiau goreng dengan campuran toge dan pepaya muda. Ada taburan kacang tumbuk kasar serta irisan cabe merah dan daun bawang. Tambahannya, telur, udang, atau ayam.

Yang berbeda dari kwetiau di Indonesia adalah display-nya. Di sana, mi dan campuran bahan pad thai atau pad see ew dalam Bahasa Thailand ini, dipajang di atas semacam wajan besi yang datar dan bundar. Ditata di bagian tepi. Kalau ada yang beli, mi dan campurannya tinggal ditarik dengan semacam sudip (pengaduk) ke bagian kosong, yang ada api di bawahnya. Diaduk-aduk sampai masak, lalu disajikan di atas styrofoam, dan dimakan dengan sumpit. Kelihatannya enak, pikir saya.

Saya pilih-pilih mana yang terlihat banyak dan harganya murah. Rata-rata harganya sekitar 35 – 50THB, tergantung, mau pakai telur, udang, atau ayam. Waktu itu saya pilih pad thai udang seharga 40THB. Makannya duduk di trotoar sembari menyaksikan traveler lain berlalu-lalang dan memilih-milih mau makan apa. Rasanya gurih-gurih sedap. Saya suka!


Keesokan harinya, saya ke Pasar Chathucak. Aduuuh, pusing! Pasarnya luas, penuh, dan banyak banget barang yang dijual. Bagus-bagus dan murah-murah, sampai bingung mau beli apa. Mengingat budget, cukuplah saya cuci mata dengan menyentuh barang-barang yang saya naksir. Lalu mengisi perut.

Kali ini, pilihannya sticky rice with mango atau khao niew ma muang. Ribet amat, ya, Bahasa Thailand-nya. Warna kuning mangganya itu, alamak… sungguh membuat liur menetes. Keliling-keliling, akhirnya saya beli satu, dan langsung makan di tempat. Meskipun ketan dan mangga bukan makanan asing buat saya, baru kali itu saya makan yang namanya sticky rice with mango.

Rasanya juara! Ketannya lembut dan pulen, disiram krim manis yang terbuat dari santan, disantap dengan mangga segar yang berwarna kuning cerah, lalu ada sedikit taburan wijen. Cocok. Doyan saya!

Malamnya, saya kembali ke Khao San Road. Habis menjajal Thai Massage seharga 100THB selama setengah jam, saya pengen yang dingin-dingin. Setelah putar sana-sini, saya tergoda mencicipi es krim yang diwadahi kelapa muda mini.

Tadinya, saya pikir kelapanya itu cuma wadah plastik. Ternyata kelapa asli. Langsung saya beli. Tekstur esnya mirip es dung-dung atas es tong-tong kalau di kita. Warnanya putih dan rasanya manis gurih. Saya sengaja pilih yang original karena lebih murah. 30THB. Hehehe… Dimakannya pakai sendok plastik karena daging kelapanya sudah diserut oleh pedagangnya, jadi tinggal makan aja.


Enak-enak jajanan di Bangkok. Murah-murah dan mengenyangkan. Tampilannya juga apik dan mampu menggugah selera. Sayang, jalan-jalan saya waktu itu kepentok dana, tidak bisa banyak jajan. Harus, sepertinya, saya kembali ke Thailand, khusus untuk menjajal kuliner lainnya.

Treat me Thai Food in Thailand, please…

25 comments Add yours
  1. Waaaa asyik banget bisa ke Bangkok, terutama bisa hinggap di kawasan backpacker di Khao San Road. Kalau saya di situ pasti bakal cobain Juice Markisa yang terkenal di situ kak.. Ijin share ya, kak? 🙂

  2. Sticky rice with mango nya kayaknya enak banget. Nanti kalau ke Thailand bakal jadi rekomendasi. Pernah ke Thailand banyak jajanan pinggiran gitu. Tergoda sih, tapi ga berani coba … ragu halal apa engganya.

  3. Di kota Bangkok aku ngga berani makan macem2 dipinggir jalan takut ngga halal kaak hahahah… jadi andalannya sticky rice aja 😀 tapi pas di chatucak.. glegh, itu buah2annya aja tampak enak, jambu air, mangga dan semua rasanya pengen dibeliii hahahahha… jadi kangen di BKK lagi

  4. es krim sama mango sicky rice emang favorit! chicken pop dna lain-lain.. matcha matcha.. hadoh thailand itu bikin gagal diet hihihihihiii enjoy mbaakk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *