Serba-Serbi Karnaval Kain Besurek Bengkulu

November adalah bulan bersejarah bagi Provinsi Bengkulu, karena setiap tanggal 18 November diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu. Pagi hari, dilakukan upacara di lapangan Kantor Gubernur. Semua peserta diminta mengenakan kain besurek, sementara para pejabat diwajibkan memakai pakaian adat Bengkulu.

Tahun ini, sebagai warga Bengkulu, saya merasakan kemeriahan yang berbeda. Lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Saya ingat, waktu kecil sering diajak melihat pameran di Pantai Panjang dalam rangka ulang tahun provinsi. Tahun ini serupa, tetap ada pameran yang diberi nama Bengkulu Expo. Lokasinya di kawasan Sport Center, Pantai Panjang. Perbedaan terletak pada fokus acara, yaitu mengenalkan kain besurek sebagai warisan budaya Indonesia dari Bengkulu.

Sajadah

Konon, besurek ini, meskipun tergolong batik, penyebutannya adalah kain besurek.

Mungkin, pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi khusus mengenai penyebutan kain besurek ini.

Pamerannya, sih, ya, gitu-gitu aja, menurut saya. Diikuti oleh berbagai instansi pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu, serta beberapa pengusaha kecil dan menengah dari dalam dan luar daerah.

Herannya, di mata saya, seolah ada acara tandingan di Lapangan Merdeka View Tower yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Anggaplah mereka telah berkoordinasi dengan pihak provinsi, tapi mengapa suasanya berbeda dari Bengkulu Expo? Penempatan dan ornamen tenda-tendanya terkesan sangat sederhana, seperti orang jualan biasa, padahal judulnya Pameran Batik Nusantara Tahun 2016.

Kayak gitu suasananya…

Ya, sudahlah. Itu urusan para elit. Saya hanya tertarik dengan perayaan yang berlangsung sekitar tiga tahun terakhir ini, yaitu Karnaval Batik Nusantara.

Karnaval ini melibatkan hampir seluruh sekolah di Kota Bengkulu, dari SD sampai SMA. Mereka ditantang untuk berkreasi menciptakan kostum dengan menggunakan kain besurek, dan dinilai oleh tim juri. Mereka akan berparade dari kawasan Simpang Lima Ratu Samban sampai Lapangan Merdeka View Tower, dari sekitar jam 14.00 hingga jam 16.00 wib.

Wow, ada drone!

Untuk pertama kalinya saya melihat langsung karnaval ini. Sayangnya saya hanya menonton mereka di garis start yang dihadiri Gubernur, Walikota, dan Ketua DPD RI. Untung, hari rada mendung, sehingga para peserta tidak terlalu tersiksa kepanasan.

Rafflesia arnoldy yang sedang mekar-mekarnya
Cakep
Topinya bagus…
Walupun kostumnya berat, jangan lupa mingkem

Sebagai event budaya, kegiatan ini sangat positif. Ke depannya, dalam rangka menyongsong #WonderfulBengkulu dan #VisitBengkulu2020, hendaknya lebih banyak lagi pihak yang terlibat, misalnya mahasiswa, komunitas, pihak swasta, dan masyarakat umum. Promosinya harus gencar, bukan hanya secara lokal, tapi juga diusulkan agar menjadi agenda nasional dan internasional. Tidak hanya lewat media cetak dan elektronik, tapi juga digital.

Kalau boleh kasih saran untuk acara ini tahun depan:

  1. Ada pembatas antara peserta dan penonton.
  2. Rutenya paradenya jangan jauh-jauh, misalnya di sepanjang Jl. Soeprapto saja, atau Jl. Jend. Sudirman saja, atau Jl. A. Yani saja, supaya penonton bisa menikmati kostum peserta.
  3. Peserta jangan bergerombol, tapi diberi jarak antar peserta, supaya mereka leluasa beraksi dengan kostumnya.
  4. Penonton yang ingin berfoto dengan peserta bisa menemui mereka saat sebelum dan sesudah parade.
  5. Dipisah antara MC saat ada dan tidak ada pejabat. Pelajara kemarin, setelah rombongan gubernur turun ke jalan untuk ikut pawai, pembawa acara yang tadinya cuap-cuap memperkenalkan peserta, hilang entah kemana. Peserta terakhir, yang anak-anak SMA, harus jalan sendiri tanpa diperkenalkan, padahal kostumnya megah dan susah payah mereka buat.

Oiya, satu lagi. Soal KEBERSIHAN! Peserta karnaval ini, kan, anak sekolah, guru, dihadiri pejabat, dan ditonton oleh warga dan pendatang. Semua orang ini pasti akan marah besar kalau dibilang tidak berpendidikan, apalagi tidak beriman. Pasti belajar, kan, cara menjaga kebersihan, dan tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Buktikan, dong! Masa menyimpan gelas plastik bekas minum atau tisu bekas aja nggak mau.

Dikantongin dulu aja sampahnya, padahal…

Seru, ya karnavalnya. Semoga tahun depan makin meriah, teratur, dan bersih.

7 comments Add yours
  1. Acara kayak gini emang keren dan patut di lestarikan. Kostumnya pasti susah payah di bikin, make up juga gak main main.
    Tapi kalau penontonnya buang sampah sembarangan, selalu aja seperti itu.. gimana mau bagus acaranya yah šŸ™
    Suka sedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *