Booking Hotel di Traveloka Untuk Birthday Trip

Birthday trip kemana tahun ini?

Solo traveling ke tempat yang belum pernah didatangi adalah cara saya merayakan ulang tahun. Biasanya saya memilih salah satu kota di luar negeri atau di luar Provinsi Bengkulu.

Ritual itu saya lakukan setiap Bulan September. Terkadang tepat pas hari ulang tahun, terkadang lewat, karena jadwal liburan bentrok dengan deadline kantor.

Sampai akhirnya… pandemi menahan langkah kita semua untuk bepergian jauh.

Birthday trip bareng Traveloka
Merencanakan birthday trip 2022

Birthday Trip 2020

Tahun 2020 adalah tahun penuh keresahan, karena pergerakan saya hanya sebatas rumah – kantor – rumah. Mendekati September, saya mulai memikirkan kemana harus melakukan birthday trip.

Sebenarnya, ada beberapa destinasi wisata di Bengkulu yang ingin sekali saya datangi, tapi terkendala moda transportasi. Iya, di Bengkulu itu, banyak wisata alam, tapi infrastrukturnya bikin sakit bokong.

Saya yang biasanya jagoan solo traveling di luar negeri, nyali ciut kalau harus traveling di kota sendiri. Apa lagi kalau harus mengendari motor, kecuali dibonceng.

Pucuk dicinta, ketika bertemu kawan lama, saya langsung curhat. “Aku pingin bangetlah ke Desa Rindu Hati.”

Gayung bersambut. “Ayuk, Mbak!”

“Tapi kamu yang bawa motor, ya. Bensinnya biar dari aku.”

“Oke, Mbak.”

Rindu Hati adalah desa wisata yang sekarang banyak dikenal masyarakat. Dari pusat kota Bengkulu, waktu tempuhnya tidak sampai satu jam berkendara. Desa ini terkenal dengan aktivitas tubing dan glamping-nya. Tenda-tenda tempat tidurnya bersebelahan langsung dengan sungai.

Sayangnya, waktu ke sana, debit air sungainya kecil. Kurang seru, yang ada bakalan sakit pantat, karena terbentur batu-batu di dasar sungai.

Untunglah saya sudah pernah ikutan tubing dan rafting, jadi tidak begitu penasaran. Berhasil berkunjung ke desa ini saja, sebetulnya, sudah sangat senang.

Sebagai gantinya, kami berdua memutuskan pergi ke air terjun yang juga menjadi daya tarik Desa Rindu Hati. Ada dua air terjun, tapi kami memilih yang terdekat saja.

Air terjun Cughup Ujan bisa ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu setengah jam, melewati hutan berpacet. Rutenya melewati rumah warga, lalu sedikit mendaki bukit.

Karena baru pertama kali ke sana, kami menyewa pemandu yang merupakan warga lokal. Kalau sudah tahu jalan, pergi sendiri ke air terjun, tidak masalah.

Begitu sampai, saya langsung teriak kegirangan karena memang sudah lama mendambakan mandi di air terjun. Tidak perlu waktu lama untuk saya langsung nyebur ke air terjunnya.

Birthday Trip 2021

Giliran aturan perjalanan sudah mulai longgar di tahun 2021, malah ongkos pesawat yang bikin kantong ketat. Lagi-lagi, saya harus putar otak, mau kemana birthday trip tahun ini.

Pikir punya pikir, akhirnya saya memutuskan untuk solo hiking ke Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong. Itu, bukan kali pertama saya ke sana, tapi menjadi pengalaman pertama saya mendaki bukit itu seorang diri.

Benar-benar sendiri, karena beberapa pendaki yang saya temui di tempat pembelian tiket, masih harus menunggu rekannya. Sekitar jam 8 pagi, saya percaya diri melangkahkan kaki menuju puncak Taman Wisata Alam Bukit Kaba.

Saya memilih jalur hutan, karena sebelumnya sudah pernah melalui jalur aspal. Dengan penuh tekad, saya menancapkan pikiran positif bahwa pendakian saya akan aman, dan selamat sampai ke puncak.

Perjalanan itu terasa biasa saja, karena memang hiking adalah hobi saya. Rutenya relatif mudah, bahkan untuk pemula. Rutenya tanah basah padat, dan hanya ada beberapa tanjakan.

Namun ketika mendekati tebing terakhir menuju tanah tertinggi, saya dikejutkan oleh munculnya dua orang pria dari balik pepohonan. Kami saling bertegur sapa sekilas.

Perasaan kaget itu perlahan lenyap, karena tidak ada keanehan pada mereka yang membuat saya harus menghindar. Kami sama-sama rehat di titik yang katanya disebut sebagai Pos 1.

Tujuan akhir kami berbeda. Saya menuju puncak Bukit Kaba yang berupa kawah, mereka menuju dasar kawah untuk mengambil belerang.

Begita beranjak, pria yang lebih tua mengajak saya untuk ikut mereka. Tawarannya sanggup membuat saya bimbang.

Puncak ada di depan mata, sementara dia mengajak saya turun ke sumur belerang yang jarang bisa digapai pendaki, kalau tidak bersama pemandu.

Sungguh menggoda tawarannya. Disampaikan tepat pada hari yang harus saya lalui dengan pengalaman baru. Berbagai kemungkinan melintas di kepala, terutama memikirkan lutut yang mulai merintih perih.

Kapan lagi, tapi? Toh, kami hanya harus melewati satu bukit. Saya bisa pulang duluan kalau tidak mau menunggui mereka bekerja.

Bolak-balik mikir sambil meraba energi negatif dari kedua orang asing itu, saya pun mengambil keputusan.

Wow! hanya itu yang terucap ketika memandang apa yang ada di depan mata. Dengan tertatih, saya mampu menjajal jalur yang hampir setiap hari mereka lalui.

Saya sudah pernah ke beberapa kawah belerang, seperti di Dieng dan dan Garut. Perbedaanya, di sini lebih panas dengan asap mengepul yang mampu membuat mata pedih.

Birthday Trip 2022

Tahun ini saya siap melihat dunia lagi yang lebih jauh. Sayangnya, saat saya sedang merancang birthday trip tahun ini, papa harus masuk rumah sakit. Pengalaman baru, memang, tapi bukan yang saya dan keluarga inginkan.

Alhamdulillah, papa pulih dalam waktu tiga hari, tapi masih harus kontrol ke rumah sakit. Saya menahan keinginan untuk mengutarakan ritual tahunan saya, sampai waktu yang dianggap tepat.

Banyuwangi adalah pilihan birthday trip saya di tahun macan air ini. Pingin banget mengajak kedua orang tua yang merupakan #TemanHidup saya, untuk #LihatDuniaLagi, tapi kondisinya pasti belum memungkinkan secara fisik.

Kali ini, saya menyusun rencana solo backpacking ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran. Selain itu, saya ingin menikmati Kota Banyuwangi sambil merasakan kuliner lokalnya, seperti sego tempong, rujak soto, dan ayam pedas.

Kedua wisata alam di Banyuwangi itu adalah destinasi impian saya, karena kepincut fenomena api biru yang muncul menjelang subuh di areal penambangan belerang.

1. Fenomena blue fire

Saya memang sudah pernah melihat langsung bagaimana penambang belerang bekerja waktu di Bukit Kaba. Nanti, di Kawah Ijen, pengalaman saya bakal bertambah dengan melihat fenomena api biru yang hanya ada di dua tempat di dunia ini, Indonesia dan Islandia.

2. Penasaran savana

Sedangkan Taman Nasional Baluran, saya penasaran melihat hamparan savana yang masih dihuni oleh hewan liar. Saya tahu, savana adalah padang rumput, tapi seperti apa wujudnya, saya belum pernah melihat langsung.

Banyak yang bilang, TN Baluran itu seperti Afrika. Makin penasaran, kan, jadinya. Hewan apa saja yang bakal ditemui nanti.

3. Wisata kuliner

Tidak lupa, setiap mengunjungi kota baru, saya selalu berniat mengisi perut dengan makanan lokalnya. Niat lain, sih, saya ingin memperkaya food vlogging saya.

Selama ini, saya hanya kulineran di seputaran Kota Bengkulu. Pingin banget punya konten makanan dari daerah lain di Indonesia.

Booking Hotel Murah untuk Birthday Trip Yang Tertunda

Seperti biasa, ketika menyusun rencana solo trip, tiga hal utama yang harus diperhitungkan secara matang adalah transportasi, konsumsi, dan akomodasi.

Urusan transportasi, tidak ada pilihan. Dari Bengkulu, saya harus naik pesawat ke Cengkareng, lalu lanjut pesawat, bus, atau kereta ke Banyuwangi. Sedangkan untuk konsumsi, saya niatkan untuk sebanyak mungkin mencicipi kuliner lokal.

Nah, untuk urusan penginapan, saya penuh perhitungan. Selain harus memperhitungkan lokasi terdekat dengan destinasi wisata yang akan saya kunjungi, juga pingin cari hotel yang desain atau konsepnya unik.

Traveloka hotel adalah referensi saya setiap mencari akomodasi di luar kota. Pun, kali ini, saya mengincar tiga hotel di Banyuwangi yang saya anggap akomodatif untuk mewujudkan rencana birthday trip 2022 saya yang tertunda.

Ketiganya menawarkan keunikan dan kenyamannya masing-masing. Ada yang sangat murah, cocok untuk para backpacker, dan ada pula yang harganya tinggi, karena menawarkan fasilitas berkelas yang dibutuhkan para penikmat staycation.

Inilah ketiga hotel idaman saya di Banyuwangi. Semuanya ditemukan di aplikasi Traveloka.

1. Backpacker Kawah Ijen Homestay & Dormitory

Penginapan super murah yang pas banget disinggahi sebelum muncak ke Kawah Ijen. Lokasinya dekat dengan titik awal pendakian, dan ulasannya pun memuaskan.

Begitu tiba, bisa langsung istirahat untuk persiapan mendaki. Pas turun, tidak perlu waktu lama untuk kembali dan beristirahat, sebelum explore destinasi wisata lainnya di Banyuwangi.

2. Kunang-Kunang Tent Resort

Langsung naksir sama penginapan berkonsep “menyatu dengan alam” ini. Kamar-kamarnya berbentuk tenda di bawah langit. Begitu bangun tidur, langsung adem karena pemandangan hijau di sekeliling.

Harganya memang lumayan, tapi kalau bersama pasangan atau kawan, kan, bisa patungan. Lagian, bakal sebanding dengan pengalaman staycation-nya.

3. Dialog Banyuwangi

Jujur, saya penasaran menginap di sini, karena sering banget melihat pengalaman orang-orang menginap di hotel berkonsep modern dengan view yang memanjakan mata ini. Semua ulasannya positif.

Seandainya mama dan papa ikut ke Banyuwangi, saya akan mengajak mereka staycation di sini. Suasana hotelnya terkesan cocok untuk healing, total leyeh-leyeh liburan, menikmati hidup.

Itulah rencana birthday trip saya tahun ini. Tertunda, tapi memang waktunya tepat. Saya sudah divaksin dan booster, harga tiket pesawat sudah bersahabat dengan kantong, serta musimnya tergolong low season. Harga promo bertebaran di Traveloka.

Yuk, ah, kita lihat dunia lagi! Liburan dan staycation lagi dengan booking hotel murah di Traveloka!

“Yuk ‘#LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi’ dengan Traveloka! Langsung meluncur ke Traveloka lewat link ini:  https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *