5 Produk Investasi Keuangan untuk Pemula

Saya mulai melirik produk investasi sebagai bekal masa depan. Ini sebenarnya kata lain dari menabung, tapi dengan cara yang lebih bijak dan menguntungkan.

Bandingkan dengan menabung konvensional biasa. Selain jaminan keamanan, keuntungannya adalah bunga bank. Tapi apakah itu benar-benar kita rasakan? Pernah berhitung berapa besar bunga tabungan yang didapat setelah dipotong pajak dan biaya administrasi? Yang ada bukannya untung, malah buntung.

Sementara dengan berinvestasi, benefitnya jelas kerasa. Keuntungannya tidak akan terkikis habis oleh pajak dan biaya yang wajib dibayarkan.

Sebagai pemula, saya mulai dari modal tipi-tipis saja. Meskipun hasilnya dikit, lama-lama bisa jadi bukit kalau niatnya emang buat tabungan masa depan.

Produk investasi keuangan pilihan saya
Menabung bijak melalui produk investasi

Berdasarkan pengalaman pribadi itulah, saya mau berbagi tentang produk investasi keuangan yang saya pilih. Semua itu disesuaikan dengan pemahaman dan kondisi keuangan saya.

Produk Investasi Keuangan Bermodal Minim

Deposito

Daripada tabungan gendut tanpa hasil, saya mending memindahkan sebagian ke tempat lain. Dialihkan dengan maksud agar jumlahnya bertambah. Sisanya baru untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Deposito memiliki tingkat bunga yang lebih besar dari tabungan biasa. Angkanya sekitar 4 – 6 persen per tahun. Sementara tabungan biasanya hanya 1 – 2% per tahun berdasarkan saldo bulanan. Nggak heran banyak yang tetap ngeluh di saat tanggal gajian, karena selalu diambil habis.

Deposito merupakan simpanan berjangka. Ada waktu tertentu sampai uang bisa ditarik kembali, yaitu 1, 3, 6, dan 12 bulan. Bunga deposito masuk ke rekening setiap bulan, sesuai tanggal jatuh tempo. Saat inilah kalau nasabah ingin mengajukan pencairan.

Dana akan terus bertambah jika bunganya ditransfer ke simpanan deposito itu sendiri. Tapi bisa juga langsung dinikmati jika memilih ditransfer ke rekening tabungan.

Sayangnya, bunga deposito itu fluktuatif tergantung kebijakan Bank Indonesia. Bisa turun tanpa pemberitahuan meskipun tetap lebih besar dari bunga tabungan.

Surat Berharga Negara (SBN)

Prinsipnya mirip dengan deposito, tapi kupon atau bunganya lebih besar dan dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, jadi ada jaminan negara. Kita menyimpan sejumlah dana dalam waktu tertentu. Biasanya 2 – 3 tahun, dan tidak bisa dicairkan sebelum 1 tahun.

Pembelian polis SBN dilakukan di lembaga keuangan yang menjadi mitra Kemenkeu, seperti bank pemerintah dan swasta. Saya memilih di bank tempat saya menambung. Jenisnya ada banyak, tapi yang saya coba adalah Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST).

Bunganya dibayarkan setiap bulan ke rekening pribadi, tapi simpanan awal akan dikembalikan pada akhir masa jatuh tempo. Dana ini digunakan pemerintah untuk membiayai pembangunan. Bahasa halusnya, investasi ini merupakan konstribusi kita sebagai warga negara. Kasarnya, ngasih utang ke negara, daripada minjam melulu ke negara lain. Lalu negara memberi imbalan berupa kupon. Ini lumayan untuk investasi jangka pendek.

Emas

Produk investasi ini paling familiar dan praktis. Semua orang bisa kapan saja membeli dan menjual kembali emasnya. Nilai emas selalu naik, jadi sangat menguntungkan. Bentuknya bisa perhiasan atau logam mulia.

Investasi emas bukan berarti tidak ada risiko. Jangankan perhiasan yang dikenakan, yang disimpan di rumah saja bisa hilang dirampok. Cara yang paling bijak mungkin dengan menabung emas, misalnya melalui Pegadaian.

Saham

Pernah membayangkan kita yang cuma karyawan biasa ini menjadi salah satu pemilik perusahaan besar? Perusahaannya bahkan bisa lebih dari satu. Caranya cuma dengan memiliki saham perusahaan tersebut, seperti kisah di serial K-Drama Itaewon Class.

Keuntungan yang dimiliki dari berinvestasi saham berasal dari dividen, yaitu bagi hasil keuntungan perusahaan setiap tahunnya, serta menjual saham yang kita miliki saat dirasa harganya cukup menguntungkan.

Memang, harga saham fluktuatif mengikuti pasar. Ada yang konsisten naik kalau memang perusahaannya stabil. Tapi ada juga yang pergerakannya harus dipantau setiap hari. Itu sebabnya investor saham ini ada yang niatnya investasi, ada yang emang pingin transaksi (trading), dan ada yang berada di antaranya (swing).

Kalau niatnya untuk investasi jangka panjang, pilihlah saham perusahaan besar yang keuangannya stabil, atau disebutnya saham bluechip. Sekali beli saham, didiamkan saja sampai bertahun-tahun.

Risiko? Pasti ada. Apabila negara mengalami krisis ekonomi, hampir semua harga saham anjlok. Hanya beberapa yang tidak terpengaruh, tapi banyak juga yang justru untung. Saat ini terjadi, tidak perlu panik, semua ada strateginya.

Saham bisa dimiliki oleh siapa saja. Modalnya juga bisa dimulai dari Rp100.000. Makanya banyak mahasiswa melek investasi yang menabung saham.

Caranya, tinggal datang ke perusahaan sekuritas yang ada di kota masing-masing. Ini merupakan perpanjangan tangan PT. Bursa Efek Indonesia sebagai pihak yang menyelenggarakan perdagangan saham di Indonesia. Setelah terdaftar nanti diberitahu mekanismenya. Transaksi beli dan jual saham bisa dilakukan secara online melalui aplikasi.

Saham dibeli dan dijual dalam bentuk lot. Satu lot terdiri dari 100 saham. Sementara dividen dibagikan per saham setiap tahunnya. Lumayan, tahu-tahu ada email masuk tentang jadwal pembagian dividen.

P2P Lending

Produk investasi ini sistemnya mirip saham. Kita menanam modal melalui perusahaan fintech P2P Lending. Dana yang ditanam disalurkan untuk membiayai berbagai jenis usaha. Dana ini merupakan hasil kumpulan dana dari berbagai pihak, bisa perorangan ataupun perusahaan/ lembaga. Jadi kita bukan investor tunggal.

Modal pemberi pinjaman akan dikembalikan dengan cara dicicil, tergantung tenor (masa pengembalian) yang disepakati. Biasanya hanya beberapa bulan. Pembagian persentasenya tergantung dana yang ditanamkan oleh masing-masing pemberi pinjaman.

Caranya super praktis, karena dilakukan secara online tanpa harus tatap muka. Prosesnya hanya melalui aplikasi di smartphone. Nanti tiap bulan ada notifikasi tentang pembayaran cicilan (payout) atas dana yang kita pinjamkan.

Saat ini saya mencoba berinvestasi melalui Akseleran dengan hanya bermodalkan Rp100.000. Itu pun didapatkan dari bonus pendaftaran. Saya sama sekali belun keluar uang, tapi sudah menikmati hasil dari cicilan pinjaman yang dikembalikan.

Seandainya ada yang berminat, silahkan pakai kode referral ini: AKSRELINDA328161 supaya mendapatkan bonus Rp100.000 yang langsung bisa diinvestasikan. Kalau merasa kurang, tinggal di-top up dananya.

Bijak Memilih Produk Investasi

Bagaimana teman-teman, apakah kalian juga melek investasi? Apa aja nih, produk investasinya, kalau boleh tahu?

Apapun pilihan produknya, diniatkan benar-benar untuk menabung, ya. Demi passive income di hari tua. Jangan gatal ditarik terus hanya karena merasa punya uang nganggur.

Tapi… jangan kalap juga investasi di mana-mana, tanpa ada pegangan uang tunai untuk menikmati hidup. Keseimbangan itu penting.

4 Replies to “5 Produk Investasi Keuangan untuk Pemula”

  1. investasi selain tabungan yang biasanya bunganya lebih tinggi memang sangat menarik.
    saya juga banyak baca baca juga untuk mencari perbedaan baik kekurangan maupun kelebihan dari berbagai jenis produk investasi

  2. Sejak kerja di bank, aku jd banyak tahu ttg investasi daripada hanya sekedar tabungan. Bahkan deposito udh ga menarik minatku Krn sbnrnya ga terlalu menguntungkan.

    Skr ini utk investasi aku banyak main di P2P , Reksadana, obligasi, forex dan emas mba. Pengen sih main di saham, tp kayaknya nanti dulu. Belum terlalu menguasai strategi nya.lbh milih Reksadana yg dikelola Ama fund manager 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *