Perempuan Traveling Sendiri? Siapa Takut

Entah kenapa, saya lebih suka jalan-jalan sendiri. Perjalanan terasa lebih nikmat ketika tidak ada hitung-hitungan soal siapa yang lebih berperan, dan tidak ada waktu untuk berkompromi soal rute dan biaya. Saya bisa berlama-lama menikmati suatu tempat atau malah melewatkannya. Saya bebas memuaskan rasa penasaran soal makanan walaupun harganya mahal, atau hanya mengganjal perut dengan jajanan…

Tegang tapi Santai di Perbatasan Korea Utara dan Cina

Melintasi perbatasan sebuah negara adalah perjalanan favorit saya. Salah satu yang paling memorable adalah melintasi perbatasan Korea Utara dan Cina. Setelah masuknya melalui jalur udara menggunakan Koryo Air, saya memilih jalur darat, alias naik sleeper train, meninggalkan Pyongyang. Beruntung kita yang bukan berpaspor Amerika Serikat, karena mereka hanya diperbolehkan datang dan pergi menggunakan pesawat terbang….

Surga Tersembunyi di Tengah Kemeriahan Musi Triboatton 2016

Sebagai salah satu provinsi yang perkembangannya pesat di wilayah Sumatra, Sumsel memiliki daya tarik sendiri. Magnet ini tak lepas dari yang namanya pariwisata. Siapa yang tidak doyan pempek, atau tidak mengenal Kerajaan Sriwijaya, atau tidak tahu Jembatan Ampera dan Sunga Musinya? Pasti tidak ada, kan. Sayangnya, provinsi yang terkenal dengan jargon ‘Wong Kito Galo’ ini…

Mendadak Voluntourism Bersama 1000 Guru Bengkulu

Setahun belakang saya kerap mendengar istilah VOLUNTOURISM, yaitu kegiatan jalan-jalan yang disambil dengan berkegiatan sosial. Tidak hanya datang, lihat-lihat, foto-foto, lalu pulang. Perjalanan jadi lebih berarti karena kita berbuat sesuatu untuk masyarakat atau untuk tempat yang kita datangi. Sebagai penghuni kota kecil, Bengkulu, saya merasa kesulitan mendapatkan informasi mengenai komunitas kemasyarakatan, kecuali mungkin di kampus-kampus….

GMT, Kreatifitas, dan Budaya Membaca

Sebelum gerhana mulai: “Katonyo jam 6:19. Iko, la jam 7 belum jugo… jangan-jangan dak jadi gerhananyo…” Ketika gerhana: “Idak total, dak yo…  Tapi kan, katonyo, Bengkulu memang sebagian ajo…” Setelah gerhana selesai: “Aaayy… idak total. Katonyo gerhana matahari total.” Pagi itu, bersama beberapa warga, saya tidak ke Benteng Malborough yang ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai…