Persiapan Pertama Kali ke Luar Negeri

Apa sih, persiapan untuk yang baru pertama kali ke luar negeri?

Pertanyaan di atas sering saya baca dan dengar dari teman-teman, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Kesannya keluar negeri itu mahal dan ribet. Memang, tapi selalu ada cara untuk mengakalinya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya ingin sedikit berbagi tentang persiapan keluar negeri, khususnya buat yang baru pertama kali. Tapi catat, ini ala saya. Orang lain mungkin berbeda.

Paspor

paspor sebagai syarat utama ke luar negeri
Persiapkan paspor dan tiket untuk yang mau keluar negeri pertama kali

Ketika memiliki keinginan kuat untuk bisa pergi ke luar negeri, hal pertama yang dilakukan adalah membuat paspor! Walaupun belum tahu pasti kapan digunakannya, akan ada motivasi tersendiri ketika paspor sudah di tangan. Apalagi ketika melihat harga promo tiket pesawat, dibutuhkan nomor paspor untuk booking tiket.

Tiket

Pengalaman saya mempersiapkan perjalanan pertama kali keluar negeri pada tahun 2011 tidaklah terlalu susah. Saya hanya punya masalah dengan kartu kredit untuk membayar tiket online. Jalan keluarnya? Pinjam kawan.

Tiket keluar negeri tidak semahal yang dibayangkan. Ada banyak yang bisa mendapatkan harga sangat murah, bahkan gratis. Namun, untuk memiliki tiket promo, tentu saja ada periode tertentu. Pesannya juga harus cepat agar tidak kehabisan, khususnya untuk rute-rute favorit.

Kalau tiket sudah dibayar, mau nggak mau harus berangkat. Keluar negeri bukan lagi mimpi!

Riset

Setelah paspor dan tiket di tangan, saatnya mencari informasi lain, seperti visa, akomodasi, transportasi, kebiasaan, dan tempat-tempat yang wajib didatangi. Nanti bakal dapat bayangan berapa biaya yang dibutuhkan. Cara yang paling mudah adalah googling! Iqro!

Kalau malas, bergabunglah dengan komunitas traveling di dunia maya. Biasanya ada yang lanjut ke dunia nyata untuk mendapatkan informasi detail yang dibutuhkan. Bisa juga japri, kalau tidak memungkinkan bertemu.

Dari riset dan tanya-tanya ini, kita bisa meniru atau belajar dari pengalaman teman-teman yang pernah ke tempat yang akan dituju. Tapi, ketika sampai tujuan, sebaiknya konfirmasi lagi ke warga lokal.

saya biasa begini untuk mendapatkan informasi tambahan, misalnya soal ongkos yang lebih murah, restoran halal, rute yang paling cepat, atau destinasi baru yang jarang orang datangi.

Kalau sudah punya gambaran tentang apa yang dibutuhkan, persiapan keluar negeri pertama kali ini akan lebih santai. Misalnya urusan visa, tidak diajukan mepet-mepet hari.

Soal visa ini tricky, ada yang butuh tiket, ada yang nggak. Ada yang bisa diurus sendiri, ada yang mesti lewat agen. Kuncinya, balik-balik, riset online dan offline.

Membuat Catatan

Ketika Internet masih terasa mahal, saya kerap membuat catatan berisi itinerary, termasuk cara menuju destinasi, lengkap dengan biaya-biayanya. Nggak detail banget, yang penting ada gambarannya. Nanti kan, bisa ditanya ulang sama orang di sana.

Kini saya jarang bikin catatan. Seringnya screenshot tulisan tentang informasi yang dianggap perlu. Selain itu, selalu diniatkan untuk mencatangi konter Informasi sebelum keluar bandara. Tujuannya, entah tanya-tanya, cari voucer diskon khusus turis, atau sekadar mengambil peta. Intinya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.

Koneksi Internet

Waktu masih suka bikin catatan, saya seringanya mengandalkan Internet gratis, apalagi kalau perginya cuma 3 harian. Kalau lebih lama, baru saya mikir mau beli simcard atau paket roaming.

Ada banyak cara agar selalu terkoneksi internet. Selain seperti cara saya di atas, juga bisa sewa alat penangkap sinyal Wi-Fi. Biasanya ada di bandara-bandara. Saran saya, kalau mau hemat dan perginya rombongan, manfaatin aja fasilitas tethering ketika tidak mendapatkan akses Internet.

Zaman sekarang, sinyal Internet termasuuk benda wajib agar bisa selalu terhubung denga keluarga dan teman di tanah air. Bermanfaat untuk keadaan darurat juga, seandainya butuh bantuan the power of media social.

Lebih-lebih kalau kamu pekerja online, bisa sambil kerja. Nah, kalau kamu yang tadinya diragukan, bisa langsung pamer bahwa kamu baik-baik saja di negeri orang.

Dokumen dan kontak penting

Setelah dokumen keberangkatan siap, ada baiknya difotokopi atau di-scan, lalu simpan di email, atau aplikasi penyimpanan lainnya. Ini buat jaga-jaga misalnya kehilangan paspor dalam perjalanan.

Selain itu, kita juga harus mengunduh aplikasi atau kontak-kontak penting, seperti alamat dan nomor telepon kedutaan atau konsulat Indonesia di negara tujuan. Mereka adalah pihak yang bisa membantu dan melindungi apabila terjadi insiden selama kamu di luar negeri.

Tukar uang

Pastikan juga mata uang negara yang dituju. Sebelum tukar rupiah, sebaiknya cari tahu tentang di mana sebaiknya menukar uang. Ini cuma untuk tahu di mana yang nilai tukarnya lebih bagus. Kalau kamu nggak masalah, ya santai saja.

Beberapa negara, bahkan tidak menerima rupiah, dan sebaliknya, tidak ada rupiah di negara tersebut. Kalau begini, solusinya kita harus membawa dolar. Ini mata uang yang diterima di semua negara.

Ketika sampai tujuan, dolarnya ditukar ke mata uang lokal. Tapi ada juga negara yang menerima dolar sebagai transaksi sehari-hari. Sekali lagi, pastikan tentang mata uang yang beredar di negara tujuan.

Seandainya lupa tukar uang, atau malas, ambil uangnya lewat ATM pas mendarat di negara tujuan. Tapi, ambilnya sekali banyak, sesuai kebutuhan, agar hemat biaya.

Pamit

Pengalaman saya, mama langsung manyun ketika saya bilang mau keluar negeri untuk pertama kalinya. Bahkan sampai sekarang. Tapi saya mantapkan dan keraskan hati untuk tetap pergi.

Ribut dikit adalah. Tapi saya bisa buktikan bahwa saya nggak minta uang, saya bisa jaga diri, dan pulang dengan ceria serta membawa pengalaman baru yang menyenangkan. Bagus buat kesehatan mental saya.

Singkatnya, persiapan keluar negeri tidaklah susah. Bagi yang baru akan mencoba pertama kali, jangan bimbang. Selama kita yakin akan rencana kita, dan mampu meyakinkan mereka yang meragukan kita, semua akan berjalan seru. Bilang ke keluarga kamu buat pantangin terus medsos kamu.

Selamat jalan-jalan!

Btw, ada yang mau nambahin apa saja persiapan untuk keluar negeri pertama kali?

4 Replies to “Persiapan Pertama Kali ke Luar Negeri”

  1. pengalamanny sama kek saya mbak pertama kali ke LN.
    trhalang izin nyokap.. krna udah beli tiket jd berat hayi nuokap iya2 aja..

    1. Paling nggak kita jadi punya perasaan sayang-udah-mahal2-bikin-gak-dipake. Ke Singapura atau KL dulu aja yang gampang… Mau di guide-in? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *